E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA
Angka 13 untuk Komunitas Tau Taa Wana & YMP
Angka 13 bagi sebagian masyarakat  merupakan angka yang sering dihindari karena dianggap membawa sial.  Selama ini angka 13 ibarat hantu nan menakutkan. Pun bahasa Indonesia mengadopsinya dalam frase "celaka tiga belas" (Kompas.com.,  Rabu, 6 Juni 2012). Merujuk pada ensiklopedia bebas versi Indonesia, Wikipedia bahwa sebuah rasa takut yang irasional akan bilangan 13 dikategorikan sebagai Triskaidekafobia. Kata triskaideka berasal dari bahasa Yunani: tris = 3, kai = dan, deka = 10, dan fobia = takut.  Tapi bagi sebagaian orang, angka 13  ini sering kali dianggap sebagai takhayul belaka.
 
Investasi Berbasis Lahan Di Sulawesi Tengah Rawan Korupsi
Pemberian atau penerbitan izin invesatsi yang berbasis lahan dan hutan rawan korupsi. Hal ini ditegaskan oleh Koordinator Program Simpul Belajar Advokasi Kampung (SIBAK) Yayasan Merah Putih, Sujarwadi. “Kecenderungan korupsi semakin terbuka lebar dalam setiap pemberian izin-izin investasi berbasis lahan,” ujarnya. Menurutnya, kewenangan Bupati/Walikota yang dalam mengeluarkan, memberikan dan menerbitkan satu izin investasi menjadi pintu masuk untuk prilaku korupsi. Apalagi, kewenangan pemberian izin tersebut di luar kontrol publik.
 
Areal Hutan Sulteng Semakin Kritis
Palu – Pemerintah Sulteng mengklaim areal hutan kritis di daerah itu hingga kini masih sekitar 600 ribu hektar (ha) dari total luas kawasan hutan yang ada sekarang ini mencapai 4,3 juta hektar.
 
Investasi Kehutanan Bank Dunia Gagal Turunkan Kemiskinan
Investasi Bank Dunia untuk sektor kehutanan, sejak satu dekade terakhir begitu masif dan intens. Beragam proyek dengan berbagai nama yang berbeda, dikucurkan setiap tahun kepada negara-negara pemilik hutan tropis, termasuk Indonesia. Sebuah strategi pembangunan sektor sejak tahun 2002. Konsep itu merupakan perpaduan antara kepentingan konservasi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi.
 
Minta penyelesaian sengketa lahan sawit dengan PT HIP
Buol –sekitar 2.500 massa yang mengatasnamakan diri Forum Tani Buol (FTB) dan Aliansi Gerakan Agraria (AGRA) Senin (4/2) melakukan aksi unjukrasa di kantor Bupati Buol. Massa menuntut janji pemerintah Kabupaten Buol untuk menyelesaikan sengketa lahan yang dikuasai oleh PT HIP dengan luas kurang lebih 4.500 ha, terhitung sejak awal januari lalu. Massa yang rata-rata adalah petani, mendatangi kantor Bupati Buol tepat pukul 09.00 wita dengan berjalan kaki sejauh 5 km dengan tertib dan aman dikawal pihak polres Buol. Yakni berjalan dari kelurahan kali dan melewati kantor DPRD serta 10 kantor pemerintah lainnya.
 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikut > Akhir >>

Hasil 1 - 7 dari 55