E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA
Pokja Pantau REDD Lakukan Penguatan di Daerah
Media Alkhairaat 30/3/2011
ImagePalu- Kelompok Kerja (Pokja) Pemantau program  Reducing Emissions from Deforestation  and Forest Degradation (REDD) di Sulteng akan melakukan penguatan di 5 kabupaten yang akan dijadikan tapak projek implementasi program tersebut. Kordinator Pokja, Supardi Lasaming, kepada media ini Selasa (29/3) mengatakan, penguatan itu berupa Focus Group Discussion (FGD) baik di desa yang akan dijadikan  lokasi Demonstrative Activities (DA) maupun di ibukota kabupaten.

 
TNLL dan KPH Berpotensi Jadi Lokasi DA
Media Alhairaat 23/3/2012
ImagePalu- Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di wilayah Kabupaten Sigi dan Poso dan Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Tinombo Dampelas di wilayah antara Kabupaten Donggala dan parigi Moutong berpotensi menjadi Demonstrative Area (DA) bagi program Reducing emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD +) pada tahun 2012 nanti.

 
Program UN REDD: Harus Libatkan Masyarakat

Media Alkhairaat Maret 2011

ImagePalu- Program United Nation Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (UN REDD) Sulteng, untuk pengurangan emisi karbon perlu melibatkan masyarakat secara substantif. Hal itu dikatakan Kordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pantau REDD, Supardi Lasaming, kepada media ini akhir pekan lalu. Menurutnya, pihaknya khawatir kalau program tersebut hanya melibatkan masyarakat sebagai prasyarat legal formal tapi dalam pengambilan keputusan masyarakat tidak dilibatkan.

 
Masyarakat Sipil di Sulawesi Pantau Project REDD

ymp 14 Februari 2011

ImagePerubahan iklim yang disebabkan meningkatnya emisi gas rumah kaca telah melahirkan berbagai skema dan mekanisme global dalam upaya mitigasi dan adaptasi, salah satunya adalah Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan atau disingkat REDD. Menyikapi perkembangan beragam model dan skema implementasi REDD di region Sulawesi menuntut adanya peran strategis organisasi masyarakat sipil dan organisasi masyarakat untuk melakukan intervensi melalui kegiatan advokasi dan pemantauan secara aktif dan kritis untuk  memastikan implementasi REDD tidak menegasikan hak-hak masyarakat di dalam dan di sekitar hutan.

 
FPIC dan Peluang Masyarakat Adat

31 Januari 2011

Dilematis, inilah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan posisi masyarakat adat dalam skema REDD. Tak diragukan lagi, jika hak mereka tidak dijamin maka merekalah pihak yang paling rentan terkena dampak negative program ini. Konsekuensi skema REDD adalah menjaga hutan dari segala potensi yang dianggap mengganggu kelangsungan hidup pohon dan semua tumbuhan dalam hutan. Jika masyarakat adat tidak diberi hak untuk terlibat, sudah pasti kenyamanan mereka akan terampas, mengingat hutan menjadi rumah yang paling aman bagi mereka untuk hidup sejak ratusan tahun lalu.

 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 Berikut > Akhir >>

Hasil 19 - 25 dari 27