E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow Pantau REDD+
Pantau REDD+
Tuntutan Masyarakat dalam Pertemuan Governors Climate Forest PDF Print E-mail
Hotel Luwansa, Palangkaraya, 20 September 2011
Kami perwakilan komunitas di dalam dan di sekitar hutan dan lahan gambut yang hadir di sini, yakni dari Aceh, Papua, Sulawesi Tengah dan Kalimantan, menyampaikan beberapa tuntutan kami terhadap pelaksanaan proyek pembangunan rendah karbon maupun proyek-proyek iklim lainnya,kepada para Donor, Gubernur, Kepala Negara Bagian, Bupati dan pejabat negara lainnya yang hadir di sini.
 
Pendapat Masyarakat Adat Menentukan PDF Print E-mail
Pendapat masyarakat adat harus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+). Pelaksanaan skema yang mengingkari proses itu akan selalu mendapat tentangan dari masyarakat adat yang membuat tujuan program malah tidak tercapai.
 
Seskab: Tugas Satgas Kelembagaan REDD+ diperpanjang PDF Print E-mail
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan masa tugas Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan REDD+ --mekanisme insentif untuk mengurangi emisi, deforestasi dan degradasi hutan-- yang berakhir pada 30 Juni 2011 diperpanjang hingga 31 Desember 2012.
 
Ketika REDD/REDD+ Mengabaikan Hak-Hak Masyarakat Adat dan Lokal PDF Print E-mail

Oleh: Azmi Sirajuddin

Sesaat setelah tiba di Bandara Selaparang, Mataram, di Pulau Lombok, saya terkesima dengan suasana di sekitarnya. Walaupun hari sudah malam, tapi temaram lampu peron di sisi jalan membantu penglihatan. Dahsyat, sejauh mata memandang, pada setiap sisi jalan raya tumbuh pohon kelapa. Supir taksi yang membawa kami menuju Puri Saron di Sengigi menjelaskan, kalau sepanjang satu kilometer jalan raya menuju bandara sengaja di tanami pohon kelapa.

 
Kemenhut Dapat Hibah US$3,6 Juta untuk REDD Plus PDF Print E-mail
JAKARTA- Kementerian Kehutanan menerima hibah sebesar US$3,6 juta dari Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), sebuah fasilitas multidonor yang dikelola World Bank (Bank Dunia). Hibah tersebut dikucurkan untuk mendukung Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 26% pada 2020.
 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 Berikut > Akhir >>

Hasil 10 - 18 dari 19