E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow BERITA
BERITA
PT KLS Terancam Digugat PDF Print E-mail
Mercusuar (5/11)
Banggai-Dinilai tidak punya niatan menyelesaikan pembayaran nilai tandan buah segar terhadap areal perkebunan kelapa sawit di atas tanah milik warga, PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) diancam digugat. Pasalnya, sejak dioperasikan perkebunan kelapa sawit 2003 lalu di Desa Baya dan Desa Hunduhon Kecamatan Luwuk Timur para pemilik tanah tidak pernah menikmati bagi hasil dari perusahaan.

 
Proyek Gerhan Bisa Dipolisikan PDF Print E-mail
Mercusuar (26/10)
Palu-Jika pelaksanaan proyek Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Nasional (Gerhan) di Kelurahan Poboya, Kecamatan Palu Timur terindikasi bermasalah, maka komisi B DPRD Kota (Dekot) Palu tak akan sungkan-sungkan mengajukan kasus tersebut ke jalur hukum. “Kalau memang terjadi penyimpangan dalam proyek Gerhan, tidak menutup kemungkinan dewan akan mengajukan kasus ini ke jalur hukum,” tegas Wakil Ketua komisi B, Alimudin Haludin kepada Koran ini, usai pertemuan dengan LPM Poboya di ruang komisi B, kemarin (25/10).
 
Mantan Anggota DPRD Tolitoli Terlibat Ilegal Logging PDF Print E-mail
Suara Sulteng (6/9)
Tolitoli-  Mantan anggota DPRD Tolitoli masa bakti 1999/2004 Umar Alamri diduga terlibat kasus penebangan kayu secara liar di Kabupaten Tolitoli.Barang bukti berupa puluhan meter kubik kayu bantalan dari berbagai jenis telah disegel polisi di sungai Bajugan Kecamatan Galang. kayu-kayu tersebut diduga dieksplotasi di hutan lindung setempat.
 
Gerhan di Poboya Amburadul PDF Print E-mail

Mercusuar (2/10) ]

Upah Kelompok Tani Disunat

Palu- Proyek Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan (Diskanhutlut) Kota Palu di Kelurahan Poboya amburadul. Pasalnya proyek tahun anggaran (TA) 2006 sebesar Rp 1,2 miliar lebih itu dikerjakan asal-asalan. Bahkan tindak lanjut terhadap terhadap ratusan ribu bibit kemiri, sengon, mahoni, dan bibit jati yang ditanam kelompok tani tidak ditindaklanjuti ke tahap pemeliharaan.
 
Perubahan Iklim Indonesia Harus Memiliki Posisi Tawar yang Lebih Baik PDF Print E-mail
Kompas (25/9)
Newyork- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia harus memiliki suara lebih besar dan posisi tawar yang lebih baik dalam kerjasama global mengatasi perubahan iklim. Hal itu dinyatakan Presiden Yudhoyono di Hotel Millenium UN Plaza, New York, Minggu (23/9) malam atau Senin waktu Jakarta.

 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 Berikut > Akhir >>

Hasil 28 - 36 dari 48