E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow BERITA
BERITA
Banjir Morowali Korban Tewas Jadi 67 Orang PDF Print E-mail
Suara Sulteng (6/8)
Kolonedale- Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Morowali, terus meningkat dan saat ini sudah mencapai 67 orang serta 18 lainnya masih dinyatakan hilang. Tambahan jumlah korban tersebut setelah Tim SAR gabungan yang mengunakan alat berat pada Jumat (3/8) berhasil mengevakuasi empat jenazah lagi dan berjenis kelamin perempuan yang tertimbun material longsoran di Desa Ueruru, yakni Sintya (1,5), Abaria (9), Syamsiah (11), dan Annisa ( 17).
 
8 Orang Tewas dan 40 HiIang Ribuan Warga Morowali Terisolasi akibat Banjir dan Longsor PDF Print E-mail

Kompas (24/7) 

Palu- Banjir yang melanda Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, semakin parah. Jika Minggu lalu hanya 11 desa di Kecamatan Bungku Utara yang terendam air, sejak Senin (23/7) dini hari air semakin meluas dan sudah merendam 18 desa di Kecamatan Mamosalata, Soyo Jaya, dan Petasia. Banjir yang disertai tanah longsor di sejumlah daerah itu mengakibatkan delapan warga tewas dan 40 orang hilang. Delapan warga tewas akibat tertimbun tanah longsor di Desa Ueruru, Kecamatan Bungku Utara. Empat dari korban yang tewas sudah dievakuasi, sedangkan empat lainnya masih tertimbun material longsor. "Kami sedang mengidentifikasi nama-nama mereka. Tapi, aparat Desa Ueruru sudah memastikan delapan warga tewas," kata Bupati Morowali Datlin Tamalagi yang dihubungi dari Palu.

 
Masyarakat Tolak Perkebunan Sawit PDF Print E-mail

Mercusuar (20/7) 

Morowali- Rencana Pemkab Morowali membuka lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bungku Tengah tampaknya masih terbentur sikap penolakan dari masyarakat setempat. Pasalnya, dalam sosialisasi rencana pembukaan perkebunan tersebut, sejumlah masyarakat dari sejumlah desa belum setuju atas rencana tersebut. Rencananya, perusahaan kelapa sawit yang luasnya mencapai 13.569 hektar itu melintasi Desa Bente, Desa Ipi, Desa Matansalah, Kelurahan Bungi, Kelurahan Lamberea, Kelurahan Mendui, Kelurahan Tofoiso, dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Bungku Tengah.

 
Solusi Konflik Sumber Daya Alam Butuh Peran Negara PDF Print E-mail

Kompas (18/7)

Jakarta- Konflik antara korporasi dan komunitas lokal terkait pengelolaan kekayaan sumber daya alam atau SDA, seperti yang sering terjadi di Indonesia, membutuhkan peran Negara. Sayangnya, di Indonesia justru peran vital itu masih lemah. Demikian salah satu butir pokok disertasi Dody Prayogo dalam promosi doctor sosiologi Program Pascasarjana Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip-UI). Melalui disertasi berjudul “ Konflik antara Korporasi dengan Komunitas Lokal, studi kasus pada Industri Geotermal di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat”, Dody dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. Bertindak sebagai promotor Paulus Wirotomo, dengan kopromotor Iwan Gardono Sudjatmiko, serta tim penguji terdiri atas Francisia SSE Seda, Hariyadi Wirawan, dan Henny Warsilah.

 
Rencana Eksploitasi Biji Emas : LSM Jangan Berprasangka Buruk PDF Print E-mail

Mercusuar (16/7)

Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup (Kadistamben dan LH) Tojo Unauna (Touna) Badrun Bungasawa meminta LSM tidak suudzon (berprasangka buruk). menyusul keprihatinan Yayasan Merah Putih (YMP) terhadap nasib ribuan petani yang semakin terancam akibat pertambangan skala besar di Touna. "Semua tahapan pertambangan sesuai Undang-undang. jadi ketentuan tidak ada yang diabaikan. kenapa kita tidak mencoba memanfaatkan potensi dan karunia yang diberikan Tuhan," ujar Badrun di ruang kerjanya pekan lalu. 

 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 Berikut > Akhir >>

Hasil 37 - 45 dari 48