(Refleksi atas penangkapan aktivis dan petani di Banggai)
Oleh Lian Gogali
27 Mei 2010, Eva Susanti, koordinator Front Advokasi Sawit (FRAS) dan Nasrun Mbau, serta M.Arif, keduanya adalah petani di Banggai ditangkap polisi Banggai. Penangkapan ketiganya diikuti dengan penangkapan 23 petani lainnya pada hari berikutnya. Pihak kepolisian beralasan penangkapan tersebut dilakukan karena aksi spontan yang mereka lakukan yang mengakibatkan rusaknya peralatan PT Berkat Hutan Pusaka (BHP) dan camp PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS).
|
|
|
ymp 15/2/2010
Oleh: Andika
Amuk massa karena pemadaman listrik kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh masyarakat tentena yang geram atas pemadaman lisrtik. PLN dianggap mengingkari janji, dimana pemadaman hanya berlangsung sepuluh hari. Tindakan ini dilakukan masyarakat tentena pada Jumat malam tanggal 11 Desember 2009, pukul 19.00 Wita (Media Alkhairaat, 2009). Protes semacam ini sudah sering terjadi di Sulawesi Tengah (sulteng), utamanya di Kota Palu. Sasaran kemarahan masyarakat pun, selalu diarahkan kepada PLN yang dianggap masyarakat sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas pemadaman listrik yang terjadi.
|
|
15/11/2009
Oleh : Andika Setiawan
Poboya: Potret Buram Pengelolaan Sumber Daya Alam
Pertambangan Poboya adalah cerminan ekspansi kapitalisasi sektor sumber daya alam melalui keterikatan negara dalam kerjasama ekonomi berupa kontrak karya. Luas konsesi yang terdiri dari enam blok terpisah itu disebut-sebut merupakan cadangan potensial secara ekonomis dengan total cadangan 2 juta Ons.
|
|
|
ymp 4/9/2009
Oleh : Ali Alatas
Korupsi dilembaga peradilan (judicial corruption) di Tanah Air sekarang ini termasuk Korupsi yang paling gawat kondisinya. Karena, korupsi melibatkan semua aktor didalamnya mulai dari Polisi (penyidik), Jaksa, Hakim, Panitera dan KPK bahkan terjadi di semua tingkatan juga pengacara dan masyarakat pencari keadilan itu sendiri. Keterjalinan aktor – aktor itu dari waktu kewaktu telah terbangun sedemikian rupa, sehingga nyaris menyerupai organisasi mafia yang terorganisir meskipun tidak terbentuk.
|
|
Oleh: Marcus Cholcester
Sulawesi Tengah, bagian tengah dari pulau Selebes yang berbentuk huruf K, merupakan salah satu propinsi yang paling banyak memiliki wilayah hutan di Indonesia. Berkat wilayah gunung yang keras dan jaringan jalan yang masih terbatas, Sulawesi Tengah menjadi rumah bagi masyarakat tradisional yang sampai sekarang berhasil menghindar dari paksaan untuk keluar dari hutan oleh skema-skema pembangunan. Salah satu kelompok ini adalah Tau Taa Wana, sebuah sub-kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang berbicara dalam berbagai varian bahasa Ta’a dari Sulawesi bagian Timur, yang merupakan salah satu dari lusinan bahasa daerah di Selebes. selengkapnya baca disini
|
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 17 |