8/7/2008
Oleh: Nasution Camang
Apa boleh buat, kali ini saya terpaksa berceloteh tentang kemiskinan lagi. Bukan karena saya mencintai kemiskinan, atau benci pada orang-orang miskin. Tidak sama sekali! Ini karena pemerintah kita kembali mereproduksi kemiskinan massal lewat mekanisme pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Padahal rupa-rupa cara dari santun sampai anarkis sudah rakyat lakukan agar harga BBM tidak dinaikkan, tapi SBY-JK tetap tak hirau. Pemimpin pilihan rakyat itu, tetap nekat mencabut subsidi BBM. Alasannya, APBN harus diselamatkan, titik.
|
|
Oleh Jopi Peranginangin
Pengakuan terhadap eksistensi dan hak-hak masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adat hingga kini. Walau komunitas-komunitas adat anggota AMAN menyadari bahwa dalam satu dekade terakhir gerakan Masyarakat Adat telah mendapatkan pengakuan atas keberadaannya oleh Negara dan Pemerintah. Pengakuan ini, sesungguhnya telah menjadi bukti, baik secara hukum dan secara sosial budaya, bahwa Masyarakat Adat adalah salah satu kelompok penting pembentuk bangsa dan negara ini. Berbagai produk peraturan perundangan dan kebijakan di tingkat nasional dan tingkat daerah telah menunjukkan kemajuan dalam pengakuan tersebut.
|
|
25 Maret 2008
Oleh : Dedi Irawan dan Supardi Lasaming
Kondisi pertanahan di Indonesia sepanjang sejarah perkembangannya belum berubah dari zaman kolonialisme hingga kini. Sengketa dan ketimpangan pemilikan serta penguasaan tanah terus berlangsung dalam wujud baru dari apa yang disebut neo-kolonialisme. Padahal sesungguhnya kelahiran Undang-Undang Pokok Agraria, telah menjadi semangat dasar dalam mengakhiri metamorposa dari penjajahan melalui penciptaan dan penataan kembali struktur penguasaan tanah sesuai dengan proporsi yang disaratkan dalam undang-undang tersebut sebagai suatu manifest dalam mewujudkan reforma angraria (land-reform).
|
|
Oleh : Nasution Camang
Alangkah indahnya angka-angka BPS ini: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2005 mencapai 5,6 persen. Di 2006, meskipun trendnya turun tapi masih bisa tumbuh 5,5 persen. Lantas tahun 2007, naik cukup lumayan, 6,32 persen. Duhai indah angka-angka BPS ini: Tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2005 tinggal 15,9 persen, turun 8,2 persen jika dibanding tahun 1998 yang berkisar 24,1 persen. Per maret 2007 tinggal 37,17 juta jiwa, turun 2,13 juta (5,4 persen) dibanding kondisi pada Maret 2006 sebesar 39,30 juta.
|
|
Oleh : Nasution Camang
Entah kerasukan mahluk apa, tiba-tiba saja penguasa negeri ini meneken Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk kepentingan pembangunan di luar Kegiatan Kehutanan. Isinya: memberikan tarif sewa hutan lindung dan hutan produksi sebesar Rp 1,2 juta – Rp 3 juta perhektar pertahun. Kalau dasar hitungannya meter persegi, ya jatuhnya Rp 120 – Rp 300 per m2 per tahun.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 10 - 17 dari 17 |