E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow BERITA arrow Hutan Manggrove Atasi Dampak Pemanasan Global
Hutan Manggrove Atasi Dampak Pemanasan Global PDF Print E-mail
Mercusuar (11/09)
Jakarta- Hutan mangrove (Bakau) dapat menjadi salah satu alternative mengatasi dampak pemanasan global terutama pada kawasan pantai yang rendah.  “Tindakan praktis yang saat ini dapat dilakukan  untuk mengatasi dampak pemanasan  global terutama pada para nelayan adalah dengan mengembalikan hutan mangrove (bakau) pada kawasan pantai rendah,” Kata pengamat lingkungan dari CIFOR (Center For Internasional Forestry Research) Daniel Murdiyarso di Jakarta, Senin.

Menurut Daniel,  dampak pemanasan global yang saat ini telah terbukti terjadi adalah melelehnya es di kutub serta adanya kenaikan permukaan air laut. “Dengan mengembalikan kembali hutan mangrove, pukulan ombak ke daratan dapat dikurangi serta kemungkinan dapat menahan sedimentasi  dari daratan sehingga naiknya permukaan air laut dikawasan itu dapat diredam meskipun tidak ditiadakan sama sekali, “ ujar dia.


Kenaikan permukaan air laut, katanya, amat penting untuk diperhatikan, karena dalam kurun waktu 80 hingga 100 tahun yang akan datang, permukaan air laut akan naik  60 hingga 80 cm. “Dan kenaikan permukaan air laut itu itu tidak hanya  akan berdampak pada pulau-pulau kecil tetapi juga pada kawasan pantai rendah yang umumnya hunian para nelayan, pertanian ataupun tempat kegiatan ekonomi” Katanya.  Akibat jangka panjangnya adalah, lanjut Daniel kegiatan ekonomi pada masyarakat yang tingkat kesejahteraannya tidak terlalu baik akan terganggu, seperti para nelayan dan kaum petani. “Selain itu berkurangnya luas hutan khususnya lahan gambut, adalah salah satu penyebab pemanasan global yang terjadi karena adanya kebakaran hutan,” ujarnya.


Dari penelitian diketahui, ujar dia, kebakaran hutan menyumbang emisi gas rumah kaca amat besar dalam waktu relatif singkat pada 10 tahun terakhir ini. “Dari kebakaran saja diperkirakan emisi yang dihasilkan mencapai 1200 hingga 1300 juta ton pertahun dalam 10 tahun terakhir. Dari drainase atau kebakaran lahan gambut diperkirakan sekitar 600 juta ton emisi yang dihasilkan,” ucapnya. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus segera melakukan adopsi program adaptasi dan mitigasi terhadap dampak pemanasan global itu.


Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >