E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow kipping arrow Pengelolaan SDA arrow Kompensasi Hutan Tropis akan diperjuangkan
Kompensasi Hutan Tropis akan diperjuangkan PDF Print E-mail
Mercusuar (27/9)
Jakarta- Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan Indonesia akan terus memperjuangkan pembayaran kompensasi atas gas karbon  yang diserap oleh hutan-hutan tropis Indonesia. “kita ingin jual yang banyak yang kita punya. Jadi harus ada kompnesasi., mereka (Negara-negara lain) membayar. Tapi mereka minta itu diawasi, oh silahkan. Jadi mereka membeli dan mengawasi, silahkan,”kata Wapres M Jusuf Kalla di dalam pesawat selama perjalanan dari Bali ke Jakarta.

Pernyataan Wapres tersebut menanggapi isu kerusakan lingkungan dan hutan di Indonesia dan rencana KTT Bali yang akan membahas soal isu lingkungan hidup. Menurut Wapres hal tersebut tidak hanya menjadi kepentingan Indonesia namun harus merupakan usaha yang benar-benar serius dan melibatkan seluruh negara di dunia.
“Nah itu yang akan kita perjuangkan penuh di Bali nanti. Kita akan kasih lihat kedunia siapa yang sebenarnya membabat hutan dan menikmati hasilnya,” kata Wapres dengan serius. Wapres menjelaskan bahwa kerusakan hutan tropis di Indonesia diawali pertama karena adanya  penebangan besar-besaran. Kemudian disusul adanya pembalakan liar.
Selain itu ditambah dengan proyek lahan gambut sejuta hektar yang merusak ekosistem. Untuk mengatasi hal itu, tambah Wapres maka pemerintah mengambil beberapa langkah yakni mengurangi ijin penebangan hutan, memberantas pembalakan liar, dan bersamaan dengan itu melakukan gerakan rehabilitasi lahan (Gerhan). “Sekarang ini gerhan baru satu juta hektar pertahun dan itu masih lebih besar yang rusak daripada yang direhabilitasi,”kata Wapres.




Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >