| 20 Perusahaan Siap Mengeruk Nikel |
|
|
|
|
Mercusuar (22/10) Banggai-Kabupaten Banggai ternyata memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Tidak hanya minyak dan gas (migas), kayu ataupun kelapa sawit yang menjadi primadonanya, namun kabupaten paling ujung timur Sulawesi Tengah (Sulteng) ini juga memiliki potensi nikel yang cukup besar. Sehinga membuat para investor menanamkan modalnya di daerah ini. Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Banggai, hingga September 2007 lalu, tercatat sekitar 20 perusahaan yang dinyatakan siap mengeruk potensi tambang nikel di perut bumi Kabupaten Bangai. Hal itu dimungkinkan, menyusul telah kelaurnya izin pertambangan dari pemerintah setempat, baik dalam tahap eksplorasi maupun eksploitasi dengan total luasan areal 129.332 hektar. Dari 20 perusahaan itu, tiga diantaranya sudah dalam tahap eksploitasi, sedang 17 diantaranya beru mengantongi izin eksplorasi. Ketiga perusahaan yang telah melakukan eksploitasi masing-masing PT Aneka Nusantara Internasional (PT ANI) yang beroperasi di desa Hion dan Koninis di Kecamatan Bunta dengan luas areal 1.500 hektar, PT Billy Indonesia (PT BI) di desa Koninis, Hion dan Gonohop luas 2.738 hektar serta PT Anugerah Tompira (PT AT) di Kecamatan Masama dengan luas areal 199 hektar. Untuk 17 perusahaan yang baru mengantongi izin eksplorasi diantaranya PT Mustika Prima Alam (PT MPA) di desa Batu Hitam Kecamatan Nuhon luasan 7.955 hektar, PT Sino Berseba Sulawesi (PT SBS) di Kecamatan Toili Barat dengan luas 6.180 hektar, PT Rehobot Prata Internusa (PT RPI) dengan luas areal 5.283 hektar yang juga di Kecamatan Toili Barat. Di Kecamatan Nuhon juga bakal beroperasi PT Mineral Industri Asia (PT MIA) dengan mengkapling areal seluas 3.050 hektar, di Kecamatan Pagimana PT Mineral Asia Semesta (PT MAS) dengan luas lahan 7.782 hektar yang juga satu grup dengan PT Cipta Utama Semesta (PT CUS) yang nantinya beroperasi di Kecamatan Pagimana dan Bunta, luasnya sekitar 7.980 hektar. Masih berdasarkan data dari dinas tersebut, pemegang izin pertambangan terbesar yang dikeluarkan kepala daerah setempat yakni dikantongi Hendrik yang juga Investor pembangunan Luwuk Shoping Mall (LSM) dengan kaplingan areal seluas 80.000 hektar. Investor yang satu ini memiliki sedikitnya 10 izin kuasa pertambangan, meliputi PT Gemilang Mandiri Perkasa (PT GMP) 8.000 hektar di Kecamatan Bunta dan Nuhon, PT Anugerah Sumber Bumi (PT ASB) juga 8.000 hektar di Kecamatan Bualemo dan PT Bumi Gemilang Perdana (PT BGP) di Kecamatan Toili Barat dengan luas 8.000 hektar. Berikut PT Sinar Makmur Cemerlang (PT SMC) di Kecamatan Balantak luas 8.000 hektar, PT BGP di Kecamatan Balantak luas 8.000 hektar, PT SMC di Kecamatan Batui dan Toili juga dengabn luas 8.000 hektar serta PT ASB di Kecamatan Toili Barat dengan luas 8.000 hektar. Selanjutnya, PT Bangun Bumi Makmur (PT BBM) seluas 7.700 hektar di Kecamatan Balantak, PT Gemilang Industri Perkasa (PT GIP) seluas 8.000 hektar di Kecamatan Toili Barat dan PT Bumi Makmur Raya (PT BMR) berlokasi di Kecamatan Bualemo seluas 7.000 hektar. Related Items: |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





