E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow BERITA arrow Muluskan Aktifitas IPK CV CJP Diduga Catut Nama Pejabat
Muluskan Aktifitas IPK CV CJP Diduga Catut Nama Pejabat PDF Print E-mail
Suara Sulteng (5/11)
Toli-toli-Rekomendasi yang termaktub dalam anggota kelompok tani milik CV Citra Jaya Perkasa (CJP), untuk memuluskan jalannya melakukan aktifitas pengolahan kayu diwarnai nama-nama pejabat daerah dan unsur pimpinan dari lembaga lain.

Dalam rekomendasi  aktifitas Izin Pengolahan Kayu (IPK) yang dimiliki CV CJP yang dipegang kepala desa (kades) Bajugan terdapat nama-nama pejabat, diantaranya nama Buapti Tolitoli Ma’ruf bantilan, Kepala Badan Pemerintahan Desa (BPD) Ismail Bantilan, Kabag Umum Sutirto, dan Kepala Dinas Kehutanan Nurdin HK, serta nama mantan Dandim 1305 J Supit bersama istrinya juga masuk dalam daftar kelompok tani Ogo Moini Desa Bajugan.
Menurut kades Bajugan, Moh Tang Halede SH, nama tersebut terkesan sengaja dimasukan dalam kelompok tani, agar tujuan pemilik perusahaan untuk menjalankan aktifitas IPKnya dapat berjalan mulus.
Namun, hingga sekarang pengolahan kayu tersebut tetap mendapatkan pertentangan dari Moh Tang, karena aktifitas yang berlangsung tidak pernah dimusyawarahkan pada tingkat desa, tentang terbitnya IPK.  Dan hingga sekarang keberadaan perusahaan tersebut juga tidak member manfaat yang besar buat desa.
Namun karena pemilik perusahaan dimiliki milik seorang pengusaha yang dikenal sangat dekat dengan pemerintah, maka aktifitas IPKnya tetap berlangsung  hingga sekarang.”Padahal aktifitas  ini pernah diprotes warga lewat aksi yang dilakukan di gedung DPRD Tolitoli beberapa waktu lalu, malah pernah dewan melakukan hearing,” terangnya
Rancunya lagi, beber Moh Tang bahwa alamat beberapa pejabat yang masuk dalam daftar kelompok tani beralamat di Kodim. “Ini khan jelas telah merusak nama baik pemerintahan kita, demi kepentingan aktifitas IPK, sehingga melibatkan nama para tokoh pemerintah,” akunya sedikit emosi.





Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >