E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA arrow SIARAN PERS arrow Delapan Desa di kecamatan Tojo dan Tojo Barat dilanda Banjir
Delapan Desa di kecamatan Tojo dan Tojo Barat dilanda Banjir PDF Print E-mail

ymp (28/1)
Hujan yang melanda  Kabupaten  Tojo Unauna  mulai kemarin dan tadi malam menyebabkan 8  Desa di wilayah itu dilanda banjir.  Desa yang dilanda banjir,  Tayawa, Lemoro, Mawomba, Malewa, Kabalo, Korondoda, Tatari dan Bahari. Dari 8  desa, 4 Desa yang mengalami kerusakan paling parah yang menyebabkan penderitaan masyarakat di sana.

Lemoro, mengalami kerusakan jaringan air bersih, sehingga masyarakat kekurangan  air minum. Irigasi juga rusak berat dan padi  yang siap panen juga terendam. Di desa Mawomba  rumah masyarakat   terendam  sebatas  pinggang, sejumlah  gaba yang baru di panen hanyut. Irigasi di Dusun Gandalari  Desa  Korondoda juga mengalami rusak berat dan ratusan kayu gelondongan  bekas penebangan PT. Tritunggal tersebar di pemungkiman masyarakat.

Semalam  masyarakat desa Malewa sempat panic dan langsung mengungsi ke gunung, kepanikan itu dipicu oleh semakin meningginya   air sungai  Mawomba dan Sungai Malewa. Air ke dua sungai itu  sempat memutus jalur trans Palu-Ampana. Sampai saat ini sebagian masyarakat masih bertahan di
pengungsian  khawatir akan adanya banjir susulan, sebab hujan masih terus turun. Selain itu irigasi  Desa Malewa  tersumbat  kayu gelondongan, masyarakat setempat melaporkan  sumbatan  tumpukan kayu itu, akan menyebabkan  irigasi jebol atau air akan meluap melewati irigasi.

Seluruh desa yang kena banjir ini mengalami  ketiadaan air bersih karena  fasilitas  air semuanya hancur. Semua sungai airnya  berwarna coklat, sungai-sungai itu berhulu di areal HPH PT. Tritunggal.

Divisi  Advokasi dan Kampanye Walhi Sulteng, Amat Pelor  dan Koordinator FKM   (Forum Kesadaran Masyarakat) Salim Makaruru, melaporkan dari lapangan, banjir belum sempat merenggut nyawa manusia. Tetapi kerugian material  cukup banyak, kerusakan dua irigasi, sejumlah sawah terendam  dan hancurnya fasilitas air bersih  akan membawa penderitaan masyarakat  setempat dalam  jangka panjang.

Menurut Salim Makaruru,  Pemda Tojo Unauna  sudah beberapa kali berjanji untuk  melaporkan ancaman  bencana HPH Tri Tunggal ke Mentri Kehutanan, masyarakat juga sudah menyampaikan keresahannya kepada Pemda,  tetapi  Pemda malah membuat laporan sepihak yang menyebutkan  kegiatan HPH  belum membahayakan. Ia menyesalkan laporan sepihak itu mencatut nama  LSM  termasuk  FKM Tojo .

  

Ampana, 27   Januari 2007


Badri Djawara
Manajer Lapangan Yayasan Merah Putih (YMP).

Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >