| Delapan Desa di kecamatan Tojo dan Tojo Barat dilanda Banjir |
|
|
|
|
ymp (28/1) Semalam masyarakat desa Malewa sempat panic dan langsung mengungsi ke gunung, kepanikan itu dipicu oleh semakin meningginya air sungai Mawomba dan Sungai Malewa. Air ke dua sungai itu sempat memutus jalur trans Palu-Ampana. Sampai saat ini sebagian masyarakat masih bertahan di pengungsian khawatir akan adanya banjir susulan, sebab hujan masih terus turun. Selain itu irigasi Desa Malewa tersumbat kayu gelondongan, masyarakat setempat melaporkan sumbatan tumpukan kayu itu, akan menyebabkan irigasi jebol atau air akan meluap melewati irigasi. Seluruh desa yang kena banjir ini mengalami ketiadaan air bersih karena fasilitas air semuanya hancur. Semua sungai airnya berwarna coklat, sungai-sungai itu berhulu di areal HPH PT. Tritunggal. Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Sulteng, Amat Pelor dan Koordinator FKM (Forum Kesadaran Masyarakat) Salim Makaruru, melaporkan dari lapangan, banjir belum sempat merenggut nyawa manusia. Tetapi kerugian material cukup banyak, kerusakan dua irigasi, sejumlah sawah terendam dan hancurnya fasilitas air bersih akan membawa penderitaan masyarakat setempat dalam jangka panjang. Menurut Salim Makaruru, Pemda Tojo Unauna sudah beberapa kali berjanji untuk melaporkan ancaman bencana HPH Tri Tunggal ke Mentri Kehutanan, masyarakat juga sudah menyampaikan keresahannya kepada Pemda, tetapi Pemda malah membuat laporan sepihak yang menyebutkan kegiatan HPH belum membahayakan. Ia menyesalkan laporan sepihak itu mencatut nama LSM termasuk FKM Tojo . Ampana, 27 Januari 2007 Badri Djawara Manajer Lapangan Yayasan Merah Putih (YMP). Related Items: |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|






