E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow SIARAN PERS arrow Melestarikan Hutan- Menjaga Sumber Cadangan Air
Melestarikan Hutan- Menjaga Sumber Cadangan Air PDF Print E-mail
siaran Pers YMP                                                                                                                        
memperingati Hari Air Sedunia (22 maret 2008)
Dengan ini, menghimbau kepada seluruh pihak dan elemen masyarakat di Indonesia, untuk satu tekad, mempertahankan dan menjaga hutan yang masih tersisa. Karena, sumber cadangan air yang tersisa di bumi ini, terdapat di dalam kawasan hutan. Setelah sumber cadangan air tanah mulai rusak dan menghilang akibat pemanfaatannya dengan cara merusak. Termasuk di Indonesia, yang sumber cadangan air tanah sudah rusak sejak lama. Akibat eksploitasi untuk pemanfaatan sumber agraria dengan cara merusak. Seperti pertambangan, privatisasi air, perkebunan besar, pembangunan gedung dan infrastruktur fisik lainnya.
Sekitar 2,7 miliar penduduk bumi yang saat ini masih kehilangan akses air bersih. Dan hampir seluruhnya berada di negara miskin serta berkembang, seperti Indonesia. Menurut laporan MDG’s ke PBB, terdapat 72,5 juta penduduk Indonesia yang sama sekali tidak punya akses sanitasi (air bersih, mandi, mencuci, tinja). Jangankan untuk mandi dan memasak, untuk buang tinja saja tidak punya air. Sisa dari total penduduk kita, akses air bersihnya tergantung kepada siklus pasokan air dari pemasok air (PAM/PDAM) terutama di perkotaan. Itupun dengan kualitas yang buruk. Selain keruh, kandungan air juga sudah tercemar limbah. Problema di pedesaan pun serupa. Air sungai mulai menyusut, keruh, dan bau. Karena hulu sungai rusak oleh pembabatan hutan.

Kini, lembaga dunia seperti WHO dan UNICEF semakin menyadari bahwa, satu-satunya harapan air manusia dan mahluk bumi lainnya, tersisa di kawasan hutan. Kita tidak dapat lagi mengandalkan sumber pasokan air tanah. Karena limbah-limbah produksi manusia yang beracun meresap ke dalam tanah dalam satu abad ini. Dan itu mencemari kualitas air tanah.  Harapan manusia ada di hutan, karena di sana masih tersisa sumber cadangan air  yang baik. Tertampung di dasar akar-akar pepohonan, pada batang-batang tegakan kayu, dan sungai yang masih mengalir.

Jika kita terus menebang hutan tersisa di Indonesia, maka kita akan menjadi penyumbang bagi 4,5 miliar penduduk bumi pada tahun 2015 tanpa akses air. Tidak cukupah predikat kita dengan menjadi penyumbang emisi terbesar dunia dari negara berkembang? Atau perusak hutan tercepat di dunia dengan 2 juta per tahun? Pemerintah tidak boleh lagi mengeluarkan izin eksploitasi hutan untuk profit bisnis. Tapi,  keluarnya PP No.2/2008 untuk kelonggaran 13 perusahaan tambang beroperasi di hutan lindung, justru mencederai komitmen global MDG’s. Sumber air di kawasan hutan akan mendapat dampak buruk pula dari kebijakan tersebut.

Jika kita terus menebang hutan, maka kita (bangsa Indonesia) akan mempercepat kematian mahluk manusia di bumi ini. Karena, kehidupan manusia sangat terancam akibat kekurangan sumber air dan di tengah kepungan perubahan iklim yang ekstrim. Memusnahkan hutan, sama dengan memusnahkan cadangan air manusia di bumi. Sama pula artinya dengan merancang pemusnahan besar-besaran (genosida) ras manusia dari palent bumi ini. Maukah kita (bangsa Indonesia) terus menjadi pemusnah massal manusia? Menyelamatkan hutan berarti menyelamatkan sumber kehidupan. Karena air sebagau sumber kehidupan mahluk bumi terdapat di sana.

Menjelang peringatan hari air se-dunia (22 Maret 2008), YMP mengajak semua masyarakat Indonesia menjaga sisa-sisa hutan kita yang masih ada. YMP mendesak pemerintah segera menghentikan segala kebijakan kehutanan yang merusak fungsi dan manfaat hutan untuk manusia dan mahluk hidup lainnya.

Palu, 21 Maret 2008


Azmi Sirajuddin AR
Koord.Advokasi & Jejaring –YMP


Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >