MENU UTAMA
Pengunjung Online
Ada 1 guest online


Homepage
Site map
Akibat pasar bebas China-Asean yang dimulai 2010 ini, beragam produk dari China akan membanjiri pasar Indonesia mulai dari komoditas pertanian sampai dengan industri manufaktur baca selengkapnya di ESILO Edisi 37/2010
 
Banjir Kepung Sulteng PDF Print E-mail
Media Alkhairaat
Kamis 24 Juli 2008
PALU Wilayah Sulawesi Tengah akhirnya terkepung banjir. Setelah jazirah timur diterjang banjiryang memporak-porandakan jalan, perumahan dan perkebunan, kini giliran wilayah selatan dari negeri ini diterjang air bah.
Selasa (22/7) lalu, banjir dan tanah longsor melanda dataran Palolo, Kabupaten Donggala. Bencana ini mengakibatkan badan jalan provinsi pada banyak titik rusak tertimbun tanah longsor dan ambrol. Banjir juga merendam areal persawahan dan perkebunan penduduk di desa Berdikari dan Rahmat. Akibat banjir ini juga, seorang pendidik tewas dan hanyut terbawa arus air.
    Tak hanya itu, ratusan penduduk di dua desa tadi teriso-lasi. Namun sejak Rabu (23/7), para penduduk berhasil dievakuasi dan ditampung di posko kesehatan.
    Sampai tadi malam, proses evakuasi terus berlangsung. Hampir semua warga sudah berhasil di evakuasi, kata Kepala Puskesmas Palolo, dr mardelina. (baca: pengungsi Banjir Mulai Sakit-sakitan-red).
Dari Donggala juga di laporkan ruas jalan sepanjang Desa Tamodo dan Dangara’a, Kecamatan Pinembani tertimbun tanah longsor dan tumbang kayu. Jalan yang menghubungkan Marawola Barat dan Pinembani itu rusak total. “sejumlah kendaran roda dua yang melintasi tempat itu terhambat,” kata Benyamin, Kepala Desa Gimpubia, Rabu (23/7).
Curah hujan yang tinggi juga mengancam Jembatan Palupi dan Pengawu di Palu Selatan. Air Sungai Lewara terus menggerusi cek dam yang ada dibawah jembatan ini.
Sementara itu, di Jazirah Timur, sejak senin (21/7), banjir melanda Kabupaten Banggai, dan kali ini yang diterjang yaitu dua kecamatan di Kawasan Mamasa.
Informasi di himpun Antara, ratusan rumah penduduk pada sejumlah desa di dua kecamatan (Luwuk Timur dan Mamasa) hingga rabu masih direndam banjir hingga setinggi lebih satu meter, serta telah memutuskan arus lalu-lintas di jalan provinsi dari arah Lwuk ke kacamatan Mamusa, Lamala, dan Balantak.
Banjir di Kawasan Mamasa ini menjadi episode lanjut dari banjir yang melanda wilayah Timur Sulteng, sejak awal juli silam. Banjir terparah melanda Kawasan Batui, Nuhon, Dan Mamasa di Kabupaten Banggai, Kawasan Dataran Bulan tojo-Unauna, Bungku Utara di KAbupaten Morowali, serta Dataran Palolo di Kabupaten Donggala.
Kepala dinas Bima MArga dan pengairan Kabupaten Banggai, Andi Djalaluddin, memperkirakan lebih Rp100 miliar kerugian material yang ditimbulkan akibat banjir-bandang ini.
Kerugian tersebut disebabkan rusaknya puluhan kilo meter jaringan jalan provinsi dan jalan Kabupaten. Ambrolnya lebih 10 buah jembatan, beberapa bendungan beserta saluran irigasi primer dan tersier, serta insfrastruktur perekonomian lainnya.
Stasiun Meteorologi Dephub da Bandara Mutiara Palu melaporkan bencana alam banjir disertai tanah longsor masih menghantui semua wilayah Provinsi Sulteng, Sebab curah hujan di atas rata-rata normal berpotensi terjadi sepanjang juli ini. 


Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >
Today2
Yesterday86
Week300
Month651
All94691

(C) Fliesenstadt
Anggota: 4
Berita: 257
WebLinks: 5
Tamu: 501176