E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA
Ratusan Rumah Terendam PDF Print E-mail
Media Alkhairaat (25/7)
Palu, akibat hujan deras, sungai palu, kamis siang (24/7), mulai menggenangi dua kelurahan padat penduduk di kelurahan Ujuna dan Besusu Barat. Bahkan ratusan rumah sudah terendam seperti di jalan Pangeran Hidayat dan Jalan Teuku Umar (pasar Bambaru). Tergenangnya air tersebut juga disebabkan oleh rendahnya permukaan tanah serta beberapa bagian tanggul pengaman yang kondisi fondasinya tidak kuat dan mengakibatkan terjadi penurunan serta retak, sehingga mudah diterobos air sungai.

Genangan air pada pemukiman penduduk di dua kelurahan itu tingginya mencapai betis orang dewasa, dan sebagiannya sudah masuk kelantai teras rumah.

Kondisi tersebut membuat banyak penduduk sentempat berusaha mengamankan barang-barang berharga miliknya untuk diletakkan di tempat yang lebih tinggi.

Beberapa warga lainya, juga terlihat memperbaiki tanggul dan menumpukinya dengan batu atau menutup lubang dengan pasir yang dimasukkan kedalam karung.

Ramlah (43), warga kelurahan Ujuna, mengaku khawatir dengan keadaan tersebut, apalagi kondisi langit kota Palu kurun empat hari hari terakhir nyaris hampir tak terlihat matahari dan sering kali turun hujan deras sangat panjang.

“Kami sangat mengkhawatirkan terjadi bandang seperti keadaan Mei 2007 lalu, mengingat hujan deras hingga kini belum berhenti,” tuturnya.

Kelurahan Ujuna, kelurahan baru, dan kawasan Maesa, merupakan daerah di kota paluyang menjadi langganan banjir yang hampir terjadi setiap tahun, sebab wilayah ini berada dekat dengan bantaran Sungai Palu.

Herlina, warga Kampung Baru juga terpaksa mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. “barang-barangsudah dinaikkan ke tempat tinggi agar tidak terendam,” keluh Herlina.

Sungai Palu pada pertengahan tahun 2007 meluap disebabkan tingginya curah hujan pada bagian hulu sungai selama beberapa hari. Akibatnya, ribuan rumah penduduk pada delapan kelurahan di kota Palu terendam banjir hingga setinggi dua meter, serta beberapa rumah lain mengalami kerusakan.


Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >