E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA arrow AGENDA arrow Warga Berlatih Menjadi Jurnalis
Warga Berlatih Menjadi Jurnalis PDF Print E-mail
Ymp, 25 Desember 2008
Palu-Dalam jurnalisme warga, masyarakat atau pembaca tidak lagi sekedar konsumen informasi, akan tetapi sekaligus menjadi produsen informasi, karenanya berangkat dari keinginan untuk mengembangkan majalah silo menjadi media aspirasi warga, maka Yayasan Merah  Putih selaku pengelola, menggelar pelatihan jurnalistik dasar bagi komunitas, yang diselenggarakan pada tanggal 14 sampai dengan 20 Desember bertempat di Taman Budaya Palu.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama seminggu penuh, para peserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi itu, diberikan berbagai pengetahuan dasar jurnalistik, agar mereka bisa memiliki keterampilan layaknya seorang jurnalis, diantaranya sejarah jurnalistik, jurnalisme warga, konsep dasar pemberitaan, reportase, wawancara, penulisan berita langsung dan berita kisah, photo jurnalistik serta etika jurnalis.
Ketua panitia, Edy Wicaksono, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan jurnalistik bagi komunitas yang selama ini menjadi pembaca majalah silo, sehingga mereka nantinya bisa berkontribusi dalam proses penulisan di silo. “jurnalisme warga, mengembangkan gairah bercerita bukan sekedar melaporkan suatu peristiwa, dari sudut pandang komunitas itu sendiri. Ini adalah sebuah semangat ideal tentang hak masyarakat terhadap informasi” ungkapnya.
Pelatihan yang difasilitasi Nasution Camang ini, diikuti 24 peserta yang berasal dari beberapa Kabupaten dan kota, diantaranya dari Kota Palu, Tojo Una-una, Poso, Donggala dan Banggai. Dan dari berbagai latar belakang profesi antara lain, masyarakat adat, petani, nelayan, pemulung dan mahasiswa.
Untuk memudahkan penerimaan materi, panitia mengundang narasumber dari berbagai media, baik lokal maupun nasional, metode praktek lapangan juga sangat membantu, dalam praktek lapangan peserta melakukan reportase di lapangan, diantaranya di pasar tradisional dan pemukiman masyarakat.
Ali, peserta dari Tolitoli menyatakan senang bisa mengikuti kegiatan ini, menurutnya keterampilan jurnalistik sangat diperlukan oleh masyarakat, sehingga segala hal yang ada di komunitas yang luput dari amatan media, bisa diinformasikan sendiri oleh warga dalam berbagai bentuk. “ pengetahuan ini sangat berharg, agar masyarakat juga bisa menyampaikan segala peristiwa yang ada di wilayahnya” tuturnya.
Senada dengan itu, Tri, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di Kota Palu, mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat, dan ia berharap ada tindak lanjut setelah ini agar pengetahuan ini bisa dipraktekan. “ tindak lanjut kegiatan ini sangat penting, agar apa yang kami peroleh selama kegiatan, tidak sia-sia, setidaknya kami bisa menulis untuk majalah silo” harapnya.


Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >