E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow SIARAN PERS arrow Selamatkan SM Bangkiriang
Selamatkan SM Bangkiriang PDF Print E-mail

Keberadaan Suaka Margasatwa Bangkiriang di Kecamatan Batui, saat ini benar-benar dalam keadaan memprihatinkan. Dengan kondisi yang sudah masuk tahapan Save Our Soul (SOS) atau perlu upaya penyelamatan luar biasa. Karena itu pula, maka dibutuhkan upaya-upaya yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Banggai untuk menyelamatakan SM Bangkiriang. Kawasan lindung dan perlindungan habitat Burung Maleo (Macrocephalon maleo) tersebut, kini tampak tinggal menunggu waktu untuk selanjutnya hanya tinggal nama belaka.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Yayasan Merah Putih (YMP) selama bulan September dan Oktober tahun ini, menunjukkan bahwa, dari total luasan 12.500 Ha kawasan SM Bangkiriang, yang masih berhutan hanya berkisar 1000 Ha saja. Sisanya, 11.500 Ha setiap tahunnya musnah akibat beragam aktivitas dan intervensi manusia di dalamnya. Terutama program-program yang mengatasnamakan pembangunan dan investasi, yang katanya untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
         Bahkan, staf lapangan YMP sempat menemukan sekitar 4 Tempat Penumpukan Kayu (TPK) di dalam kawasan lindung tersebut. Serta bukaan jalan yang kelihatannya bekas jejak hilir-mudik kenderaan sejenis Truck dan Tracktor. Juga banyak bekas bukaan hutan untuk kebun-kebun temporer.
Terkait dengan rencana pelepasan kawasan SM Bangkiriang untuk jalur pipanisasi Migas, YMP mendesak kepada pemerintah Pusat di Jakarta untuk mengkaji ulang rencana tersebut. Karena pelepasan kawasan lindung dan pemusnahan spesies tertentu bertentangan dengan UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Apalagi, Maleo merupakan spesies yang masuk kategori  terancam punah (endangered species). Sekaligus sebagai satwa khas Kabupaten Banggai. Yang menjadi penanda atau karakter lokal daerah ini.
Investasi dan program pembangunan apapun namanya, tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam lainnya. Apalagi secara historis, kawasan SM Bangkiriang juga melekat statusnya sebagai wilayah adat masyarakat Banggai dan Banggai Kepulauan. Sehingga tali-temali antara kepentingan perlindungan kelestarian sumber daya alam dan wilayah adat, tidak harus terputus dan terabaikan oleh kepentingan investasi dan pembangunan. Sebab, hak-hak kelestarian sumber daya alam dan hak-hak adat dijamin keberadaannya oleh UUD 1945.
Karena itu, berangkat dari kenyataan-kenyataan tadi, maka Yayasan Merah Putih (YMP) – Kantor Lapangan Banggai, mendukung sikap dan komitmen dari Tomundo Banggai (Bpk Ir.Iskandar Zaman)  untuk menyelamatkan kawasan SM Bangkiriang dari kemusnahan. Dan karena itu pula, Yayasan Merah Putih (YMP) – Kantor Lapangan Banggai, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banggai untuk melakukan upaya-upaya luar biasa (extra ordinary threats) dalam penyelamatan SM Bangkiriang dari kemusnahannya.
Salah satu upaya luar biasa itu, seperti yang akan ditempuh oleh Tomundo Banggai, yang akan membawa kasus SM Bangkiriang ke Festival Keraton Se Asia Tenggara. Pada level masyarakat, upaya luar biasa adalah, dengan mengumpulkan tanda-tangan dukungan dan pernyataan bersama tentang penyelamatan SM Bangkiriang. Pernyataan dan tanda-tangan dari masyarakat Kabupaten Banggai itu dapat ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia di Jakarta.
Sikap resmi dari Pemimpin Adat seperti Tomundo Banggai maupun dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Banggai, dapat mempengaruhi secara psikologis Presiden RI dalam memutuskan jadi tidaknya pelepasan SM Bangkiriang untuk investasi Migas. Sebab bola keputusan itu tetap ada di tangan Presiden RI, dan bukan di tangan Menteri Kehutanan. Sebab hal ini terkait dengan industri strategis negara seperti Migas.
Demikianlah Siaran Pers ini kami sampaikan kepada publik.


Luwuk, 21 Oktober 2008


Azmi Sirajuddin AR
Manajer

Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >