E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA
Perbaikan di Tubuh Pertamina "Meragukan" PDF Print E-mail
YMP  6 Februari 2009
Jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina kembali dirombak oleh pemerintah, menyusul buruknya kinerja kepengurusan lama di tubuh Pertamina. Kemarin, Menteri BUMN, Sofyan Djalil, melantik Karen Agustiawan (Mantan Direktur Hulu Pertamina) sebagai Direktur Utama Pertamina, menggantikan Arie Soemarno. Jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina kembali dirombak oleh pemerintah, menyusul buruknya kinerja kepengurusan lama di tubuh Pertamina. Kemarin, Menteri BUMN, Sofyan Djalil, melantik Karen Agustiawan (Mantan Direktur Hulu Pertamina) sebagai Direktur Utama Pertamina, menggantikan Arie Soemarno.
 
Yang mengejutkan, mantan Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia, Rio S Anwar, ditunjuk menjadi Wakil Direktur Umum, mendampingi Karen. Ini sebuah hal yang mengejutkan, bagi sejumlah stakholders perminyakan di Indonesia.


Tapi, sepertinya ini kompromi kepentingan dan bagi-bagi kekuasaan di tubuh Pertamina. Jadi, penggantian jajaran Direksi dan Komisaris yang katanya untuk perbaikan kinerja, patut diuji kembali. Kegagalan Direksi yang lama katanya tidak mampu mengamankan kelancaran pasokan BBM ke wilayah Indonesia. Terutama pasca penurunan harga BBM oleh Presiden SBY. Juga setelah kebakaran tangki di depot utama Pertamina di Jakarta, belum lama ini.
 
Mungkin ini balas jasa pemerintahan SBY terhadap PT Rio Tinto, sehingga memasukkan orang Rio Tinto ke dalam kabinet Pertamina.
 
Karena itu, kita perlu khawatir, masuknya orang Rio Tinto ke Pertamina, sebagai langkah awal menjajaki penjualan saham Pertamina yang dimiliki pemerintah, ke pihak asing. Mungkin saja melalui corong Rio Tinto.
 
Demikianlah siaran milis ini dibuat.
 
Azmi Sirajuddin AR
Manajer

Related Items:

 
< Sebelum   Berikut >