E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA arrow SIARAN PERS arrow Pameran Buku untuk Tau Taa Wana
Pameran Buku untuk Tau Taa Wana PDF Print E-mail
ImageApresiasi Sekolah Lipu dari Austria

Keberadaan Sekolah Lipu Tau Taa Wana, ternyata mendapat apresiasi tinggi dari pegiat sosial di Austria. Terbukti, gambar hasil karya dari murid-murid Sekolah Lipu dipamerkan dalam Children Art Exhibition.  Pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Austria Library Week (Minggu Perpustakaan Austria) yang diselenggarakan  18 – 25 Oktober 2009 di Upper Austria.

 

Menurut Andreas Burghofer, organizer kegiatan,  inisiasi kegiatan itu bermula setelah dia mengunjungi Tau Taa Wana dan YMP pertengahan 2008 lalu. Dan kegiatan tersebut  merupakan bentuk simpati dan solidaritasnya terhadap Tau Taa Wana.  “Foto-foto dan gambar-gambar ini saya ambil bersama Carol Yong ketika dia menjadi evaluator eksternal YMP serta tim YMP,” papar Andreas saat membuka kegiatan.
Selama berkunjung ke wilayah Tau Taa Wana di lipu Euveau, Sabado, Kablenga dan Paratambung,  Andreas mengundang anak-anak, khususnya murid Sekolah Lipu untuk sesi menggambar. Beberapa perempuan dewasa juga ikut bergabung. “Saya katakan kepada mereka, saya akan membawa gambar ini, dan suatu hari kelak, saya berharap bisa menunjukkannya kepada masyarakat di Austria,” ungkapnya kepada pengunjung yang hadir.
Harapan tersebut rupanya terwujud. Gambar-gambar hasil karya murid Sekolah Lipu bersama foto-foto profil Tau Taa Wana hasil jepretannya bersama Carol, terpajang selama kegiatan Austrian Library Week.  
Tidak hanya itu, Andreas juga melakukan penggalangan dana (fund raising) untuk membantu sekolah lipu melalui penjualan buku-buku bekas yang disumbangkan oleh sejumlah organisasi dan teman-teman dekatnya.  Lebih dari 200 buku bekas berhasil dikumpulkan dan dipamerkan pada pameran buku  dalam Austrian Library Week tersebut. 
Ozgür Tas, selaku host (tuan rumah) kegiatan, menyambut baik usaha pengumpulan dana itu. Menurut Ketua Kelompok Perempuan Kurden (AMARA-Frauen) yang  juga anggota
Kurdish Associations in Upper Austria (FEYKOM-OÖ)  itu, Orang Kurdish sebagai kelompok minoritas, sangat bahagia mendukung perjuangan Tau Taa Wana, untuk memperoleh rekognisi (pengakuan) identitas dan budayanya. 
“Seperti  juga Tau Taa Wana, orang Kurds telah berjuang selama bertahun-tahun untuk pengakuan  identitas dan otonomi Kurdish. Sampai hari ini, pengakuan resmi atas hak mereka belum terwujud, terutama di negara-negara asal-usulnya seperti Turki, Irak, Iran, Syria, dan Trans-Caucasian Republics,” ungkap Ozgür Tas menjelaskan alasan mendukung pameran buku itu.
Pameran buku itu, semula direncanakan untuk memperingati Hari Buku se-Dunia, yang menjadi kalender tahunan (23 April) atas dukungan Linz Town Counsil. Karena kesulitan koordinasi, akhirnya untuk tahun 2009 diputuskan menjadi Austria Library Week. 
Selain FEYKOM-OÖ , kegiatan ini didukung pula oleh Asosiasi Kurdish di Austria (Kurdische Bibliotheken in Österreich), Perkumpulan untuk Masyarakat Rentan (Gesellschaft  fuer bedrohte Voelker), dan Schatztruhe Regenwald Club.
Dari penggalan dana melalui penjualan buku dalam pameran buku tersebut, terkumpul dana sebesar 170 Euro dari sebahagian buku yang terjual. Penggalangan dana ini menurut Andreas masih akan terus berlangsung melalui penjualan buku yang tersisa. Penjualan buku berikutnya direncanakan pada 26 November 2009 oleh Carol Yong, bertepatan dengan kegiatan Luftenberg Klimabuendnis, satu inisiatif pemda untuk perlindungan dan konservasi lingkungan lokal serta global. (Carol Yong).


 
< Sebelum   Berikut >