| Dirikan Sekolah Lipu |
|
|
|
|
Mercusuar Kamis, 24 November 2011 Palu- Pimpinan Yayasan Merah Putih Sulteng, Nasution mengaku pihaknya telah mendirikan Sekolah Lipu bagi masyarakat pedalaman di Kabupaten Touna. “Masyarakat pedalaman atau masyarakat adat juga berhak mendapatkan pendidikan sebagaimana masyarakat lainnya. Namun mereka sering tersisihkan karena kurangnya infrastruktur maupun akses masuk ke daerah mereka,” ujar Nasution, Rabu (23/11). Menurutnya, masyarakat pedalaman bisa belajar dimanapun seperti di kebun dan pinggir sungai sesuai keinginan mereka. Ilmu yang diajarkan pun tidak hanya menulis dan menghitung, melainkan juga berupa menceritakan pengalaman mereka ketika di kebun maupun ditempat lainnya. Nasution mengungkapkan, sebagian siswa dari sekolah tersebut juga melanjutkan pendidikan ke sekolah formal bahkan diantara mereka yang daya tangkapnya kuat, langsung ditempatkan di kelas tiga maupun kelas lima SD. “Beberapa dari mereka justru lebih berprestasi di sekolah dibanding siswa pada umumnya. Ini membuktikan bahwa mereka kurang pintar bukan karena bodoh, tapi kurangnya perhatian kita,” jelasnya. Nasution mengklaim sekolah itu pernah dianggap illegal. Namun beberapa program mampu meyakinkan pemerintah untuk mendukungnya, termasuk Bupati Touna yang telah mengeluarkan Perda untuk mendukung dan melindungi sekolah tersebut.
Sekolah Lipu merupakan pendidikan keaksaraan berbasis tradisi dan lingkungan yang bersifat non formal. “Sekolah ini tidak memiliki guru yang terdidik, karena hanya kami ambil dari masyarakat setempat,”singkatnya. |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|






