E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA arrow kipping arrow E-Silo arrow Publikasi Terbaru
Publikasi Terbaru PDF Print E-mail

Pendidikan merupakan motor penggerak perubahan tatanan sosial masyarakat, mewujudkannya perlu keseimbangan peran penyelenggaraan antara negara, komunitas, dan keluarga. Kegiatan pendidikan  banyak diprakarsai non negara  seperti Yayasan Humana yang mendirikan sekolah untuk anak jalanan dan pinggir kali di Yogyakarta; SD Mangunan sebuah sekolah yang didirikan oleh Romo Mangunwijaya untuk anak-anak pinggir kali Condet; SMP Qaryah Yhayyibah untuk anak-anak petani kurang mampu di Salatiga - Jawa Tengah.

 

Buku ini memaparkan sebuah  pengalaman selama 10 tahun  dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan yang bernama skolah Lipu  pada masyarakat adat Taa Wana  Sulawesi Tengah. Awal pembentukan, berbagai cemohan yang  dialamatkan bagi komunitas setempat dan YMP selaku pendamping masyarakat.  Sekolah   tidak punya gedung, tidak berseragam, tidak pakai sepatu . Pembaca memang diingatkan bahwa penamaan skolah lipu hanyalah tempat belajar, jadi jangan membayangkan umumnya sekolah yang punya bangunan, pakaian seragam, sepatu hitam, ada meja, kelas dan lainnya .

Yang menarik dan patut diapresiasi dari buku ini selain kaya akan pengalaman juga gaya tulisan  yang sederhana  memudahkan  pemahaman. Untuk memperkuat argumentasi pada tiap bab disediakan tulisan dalam kotak sebagai tambahan informasi. Ciri lain, pada setiap bab didahului dengan pribahasa yang menyentuh. Buku ini dianjurkan untuk dibaca utamanya bagi  guru, pendamping lapangan dan stakeholder pendidikan.

 


 
< Sebelum   Berikut >