| Siapkan Mitigasi Bencana di Daerah |
|
|
|
|
Kompas (22/6) Jakarta- Kementerian Negara Riset dan Tekhnologi menyiapkan acuan tekhnis untuk menata kota-kota yang rawan gempa dan tsunami. Acuan itu diharapkan digunakan oleh pemerintah daerah dalam menata kota sehingga meminimalkan kerugian harta benda dan korban jiwa jika terjadi bencana. “ kami sudah menyiapkan 10 acuan tekhnis untuk pemerintah daerah, yang nantinya akan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri. Ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, yang baru diundangkan April lalu, “ kata Asisten Deputi urusan analisis kebutuhan Iptek, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Pariatmono, di Jakarta, Jumat (22/6). Ia mengatakan, 10 acuan itu, diantaranya instruksi agar pemerintah ikut mengamankan peralatan deteksi bencana di wilayahnya, menyiapkan peta resiko (peta genangan) beserta skenario penyelamatan, menyiapkan tempat evakuasi beserta peta pencapaiannya, memasang rambu-rambu petunjuk arah evakuasi, dan membangun pusat krisis. Pemerintah daerah juga diinstruksikan untuk melakukan latihan-latihan evakuasi tsunami secara berkala, membangun sirene bahaya, membangun atau menentukan gedung penyelamat (escape building/tsunami shelter), memasukan pertimbangan kebencanaan dalam penyusunan tata ruang, dan memasukan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum sekolah. Pakar geodesi dan mitigasi gempa dari Institut Teknologi Bandung Hasanuddin Z Abidin mengatakan, untuk menyiapkan kota-kota siap mengahadapi gempa dan tsunami dibutuhkan data detail mengenai kondisi sesar dan pergerakan lempeng tiap tahun, serta struktur tanah. Gempa Mentawai Pakar gempa dan tsunami dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman kembali mengkhawatirkan gempa berpotensi tsunami di patahan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Di kawasan ini tahun 1797 dan 1883 terjadi gempa berkekuatan lebih dari 9 skala richter. Nyaris selama 200 tahun, di segmen itu tidak terjadi lagi pelepasan energi. Dani menjelaskan, daerah yang berpotensi tsunami saat terjadi gempa dipatahan ini adalah Padang dan Bengkulu. Dari simulasi yang baru saja dilakukan diketahui bahwa jika terjadi tsunami, ketinggian air laut di Bengkulu 5-10 meter, sedangkan di Padang 2-4 meter. Simulasi dilakukan dengan mengacu kekuatan gempa yang melanda patahan Mentawai ( Tahun 1797-dan 1822). “ Gempa di patahan Mentawai dipastikan akan terjadi walaupun kepastian waktunya belum bisa ditentukan. Yang penting, bagaimana menyiapkan infrastruktur kota dan kesiapan masyarakat,” kata Danny. Dikawasan Timur Laut Maluku adalah zona rawan tsunami nomor dua setelah laut Banda dan 30 persen tsunami di Indonesia terjadi disini.
|
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





