E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA arrow kipping arrow Lingkungan Hidup arrow Indonesia Rawan Bencana Alam
Indonesia Rawan Bencana Alam PDF Print E-mail

Mercusuar (2/7)

Indonesia menjadi Negara yang rawan bencana. Hal itu dikarenakan adanya cincin api atau ring of fire yang melingkupi Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Nasional Walhi Chalid Muhammad dalam Konferensi Rakyat Indonesia (KRI) di kompleks Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (1/7). Kondisi geologi Indonesia memang berada di lingkungan cincin api, yang menunjuk pada posisi melingkar rangkaian gunung berapi. Cincin api di Indonesia ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga kebagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku. “Namun Negara malah mendukung pengerukan hasil bumi sehingga gagal panen dan bencana terjadi dengan mudahnya. Ini menunjukan Negara tak mampu mengurus rakyatnya. Sekarang yang diperlukan rakyat adalah kemampuan untuk bisa mengurus dirinya sendiri,” ujar Chalid.

Dalam acara itu, Munawiyah yang merupakan peserta dari Aceh menyampaikan persoalan yang dihadapi propinsinya usai bencana besar Tsunami 2004 lalu. Dia mengungkapkan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat membuat kerugian mencapai miliaran hingga triliunan rupiah. “ Pemerintah saat ini sudah tak mampu kembalikan pengelolaan hutan pada rakyat. Hutan juga sudah dimiliki segelintir orang,” kata Munawiyah. Karena itu, lanjut dia adanya moratorium logging yang disampaikan Gubernur Aceh Irfandi Yusuf sangat membantu mengurangi penebangan baik liar maupun legal. “ moratorium juga memberikan kesempatan pada hutan untuk bernafas,” imbuh Munawiyah. Arbani Nikahe, nelayan Rampa, Kota Baru Kalsel mengungkapkan, 75 persen penghasilan di daerah itu adalah nelayan. Namun ironisnya, wilayah lautnya dikuasai oleh pertambangan, kelapa sawit, bijih besi, batubara. “Semua berebut akses laut, sehingga mempersempit ruang bagi nelayan,” ujar Arbani.


 
< Sebelum