E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow SIARAN PERS arrow Wilayah Penyanggah Petani Tojo Sedang Terancam
Wilayah Penyanggah Petani Tojo Sedang Terancam PDF Print E-mail

18/7/2007 

Jika rencana  pertambangan  biji besi benar-benar akan dilaksanakan di Tojo Kabupaten Tojo Unauna, maka rencana ini merupakan ancaman langsung  bagi  keberlangsungan ribuan petani di wilayah itu. Karena kegiatan pertambangan menggali tanah sekaligus menebang pohon di atasnya. Memang  ada  lahan petani yang tidak  kena wilayah tambang. Tetapi  pertambangan menghantam langsung wilayah penyangga yang merupakan  penyedia air bagi  lahan pertanian masyarakat.

 

Rencana  areal pertambangan terletak di pegunungan  Pompangeo yang berhutan  dan  merupakan daerah tangkapan air. Sejumlah sungai berhulu di sana  . Sungai itu antara lain sungai  Betaua, Tojo , Masologi, Pancuma. Sementara areal pertanian dan pemukiman masyarakat berada dibawanya yang berhubungan langsung dengan garis pantai.  Selain bencana kekeringan di musim kemarau  dan  banjir di musim hujan , bencana lain juga siap menanti, menurut Kerangka Acuan  Amdal pertambangan (hal 30) daerah ini memiliki struktur geologi yang berpotensi terganggunya kestabilan tanah dan bijian  yang  dapat  menimbulkan bencana geologi (erosi, longsor).

 

Umumnya  mereka yang tidak mengerti karakter bumi yang dipijaknya selalu  menyederhanakan masalah. Padahal  jika biji besi diambil dari tanah maka tanaman akan mati, karena tumbuhan pun memerlukan zat besi untuk tumbuh. Selain itu tanah yang digali pada ke dalam 8 meter memerlukan waktu puluhan  tahun untuk memulihkannya. Bahkan lebih lama jika unsur pendukung di sekitarnya seperti air  dan  pepohonan  tidak ada.

 

Jika ada areal pertambangan yang dianggap tidak subur, tidak berarti hal itu tidak berpengaruh pada lahan pertanian. Karena tanah, udara, air , tumbuhan serta mahluk di dalamnya  merupakan satu kesatuan ekosistem yang harus dilihat secara keseluruhan. Kalau lahan yang dianggap tidak subur itu diganggu oleh tangan manusia yang tidak bijak, maka akan berpengaruh pada  lingkungan sekitarnya.

 

Menyangkut pendapatan asli daerah, masih banyak sektor lain yang belum tergarap secara  baik dan terancana. Misalnya, jagung, kelapa, perikanan dan pariwisata. Jika komoditi ini diolah secara profesional  bisa menghasilkan PAD yang besar. Ke depan Tojo Unauna sudah harus bisa menentukan komoditi apa yang diunggulkan. Memang Tojo Unauna memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi tidak harus semuanya dijual cepat, jual murah dan dijual habis.*

Ampana,

 

 

 

Badri Djawara

Manajer Lapangan


Related Items:

 
< Sebelum