| Wilayah Penyanggah Petani Tojo Sedang Terancam |
|
|
|
|
18/7/2007 Jika rencana pertambangan biji besi benar-benar akan dilaksanakan di Tojo Kabupaten Tojo Unauna, maka rencana ini merupakan ancaman langsung bagi keberlangsungan ribuan petani di wilayah itu. Karena kegiatan pertambangan menggali tanah sekaligus menebang pohon di atasnya. Memang ada lahan petani yang tidak kena wilayah tambang. Tetapi pertambangan menghantam langsung wilayah penyangga yang merupakan penyedia air bagi lahan pertanian masyarakat.
Rencana areal pertambangan terletak di pegunungan Pompangeo yang berhutan dan merupakan daerah tangkapan air. Sejumlah sungai berhulu di sana . Sungai itu antara lain sungai Betaua, Tojo , Masologi, Pancuma. Sementara areal pertanian dan pemukiman masyarakat berada dibawanya yang berhubungan langsung dengan garis pantai. Selain bencana kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan , bencana lain juga siap menanti, menurut Kerangka Acuan Amdal pertambangan (hal 30) daerah ini memiliki struktur geologi yang berpotensi terganggunya kestabilan tanah dan bijian yang dapat menimbulkan bencana geologi (erosi, longsor).
Umumnya mereka yang tidak mengerti karakter bumi yang dipijaknya selalu menyederhanakan masalah. Padahal jika biji besi diambil dari tanah maka tanaman akan mati, karena tumbuhan pun memerlukan zat besi untuk tumbuh. Selain itu tanah yang digali pada ke dalam 8 meter memerlukan waktu puluhan tahun untuk memulihkannya. Bahkan lebih lama jika unsur pendukung di sekitarnya seperti air dan pepohonan tidak ada.
Jika ada areal pertambangan yang dianggap tidak subur, tidak berarti hal itu tidak berpengaruh pada lahan pertanian. Karena tanah, udara, air , tumbuhan serta mahluk di dalamnya merupakan satu kesatuan ekosistem yang harus dilihat secara keseluruhan. Kalau lahan yang dianggap tidak subur itu diganggu oleh tangan manusia yang tidak bijak, maka akan berpengaruh pada lingkungan sekitarnya.
Menyangkut pendapatan asli daerah, masih banyak sektor lain yang belum tergarap secara baik dan terancana. Misalnya, jagung, kelapa, perikanan dan pariwisata. Jika komoditi ini diolah secara profesional bisa menghasilkan PAD yang besar. Ke depan Tojo Unauna sudah harus bisa menentukan komoditi apa yang diunggulkan. Memang Tojo Unauna memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi tidak harus semuanya dijual cepat, jual murah dan dijual habis.* Ampana,
Badri Djawara Manajer Lapangan Related Items: |
| < Sebelum |
|---|





