| Banjir Morowali : Korban Tewas Mencapai 53 Orang dan Ratusan Warga terjebak di Tokala |
|
|
|
|
Bencana Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah sampai saat ini Rabu (25/7) sudah memakan korban tewas hingga 53 orang, sementara itu sekitar 800 warga di Tokala terjebak banjir. Saat ini dibeberapa lokasi yang diterjang banjir belum mendapat bantuan logistik dan obat-obatan dari Pemerintah bahkan belum ada upaya evakuasi. Demikian informasi yang diperoleh dari Posko Informasi Banjir Morowali yang dibentuk oleh beberapa LSM dan jaringan Walhi Sulteng di Kota Palu. Banjir yang terjadi selama beberapa pekan terakhir ini juga mengakibatkan beberapa desa termasuk rumah warga rusak berat diantaranya, kampung Nelayan, Batu Rube 2, serta 11 Desa di dua kecamatan lumpuh total. Warga yang mengungsi akibat banjir terjebak di perbukitan yang menjadi lokasi pengsungsian. Banjir ini diakibatkan meluapnya tiga sungai besar antara lain Sungai Ulubongka, Sungai Salato dan Sungai Morowali. Penyaluran bantuan makan dan obat-obatan maupun evakuasi warga saat ini belum dapat dilakukan diakibatkan terputusnya jalan darat menuju lokasi-lokasi banjir, sementara jalur laut yang menjadi alternatif juga tidak dapat dilalui dikarenakan gelombang pasang dengan ketinggian mencapai 2 meter. Hujan masih terus terjadi bahkan ketinggian air terus naik hingga 3 meter. Kordinator Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Sulteng Wilanita mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah yang diterima warga serta belum ada upaya evakuasi, kalaupun ada evakuasi itu hanya dilakukan oleh masyarakat setempat. Koalisi LSM ini selain mengirimkan TIM ke Lapangan juga membuka posko bantuan kemanusiaanLokasi Banjir di Sekertariat ED Walhi Sulteng Jl. DR Wahidin lrg SDN II no.34 A Besusu Barat, Palu dan Sekertariat Relawan Orang dan Alam (ROA) Related Items: |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





