E-Silo terbaru

“Selain merusak lingkungan hidup, jika tak diatur dengan baik, kapitalis bisa muncul di tengah tambang rakyat. Yang menjadi penguasa bukan warga lokal, tapi pemilik modal yang paling besar.” selengkapnya di ESILO Edisi 39/2010
 
BERANDA arrow BERITA arrow Muatan Lokal : Sekolah Belum Sepenuhnya Diberdayakan
Muatan Lokal : Sekolah Belum Sepenuhnya Diberdayakan PDF Print E-mail
Kompas (1/8)
Jakarta- Kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP belum sepenuhnya disusun oleh sekolah sebagai satuan pendidikan. Pemerintah daerah dalam beberapa hal masih ikut menentukan kurikulum, terutama terkait dengan muatan lokal. Muatan lokal yang bersifat wajib umumnya masih dibuat secara seragam. Muatan lokal sendiri merupakan kegiatan kurikuler  guna mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. Substansi mata pelajaran muatan lokal sebetulnya dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. Mata pelajaran juga tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Seperti dikatakan Floria Rosiana, Wakil Kepala SMP Negeri 101 Jakarta Barat, Selasa (31/7), disekolah itu terdapat muatan lokal yang berifat wajib dan pilihan. “Muatan lokal yang bersifat wajib itu Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta. Kami ikut aturan kurikulum dari dinas pendidikan, sedangkan muatan lokal pilihan di sekolah ini mata pelajaran Tata Boga,” ujarnya.


Hal senada diungkapkan Kusnadi, guru SD Negeri Nanggung 1, Kabupaten Serang, Banten. Muatan lokal wajib telah ditentukan dinas pendidikan setempat, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda. “ Untuk KTSP, terutama muatan lokal, acuannya masih dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serang,” ujarnya. Idealnya KTSP yang terdiri atas tujuan pendidikan, struktur, muatan kurikulum, dan kalender pendidikan dan silabus disusun serta dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Jika muatan lokal yang ada diangap sudah tidak layak lagi diterapkan, sekolah dapat saja mengembangkan muatan lokal yang lebih sesuai.



 
< Sebelum