Member Area

ESILO Media Aspirasi Rakyat

Tuesday
Feb 07th
Home
Pekarangan
Filter     Order     Display # 
Item Title Hits
Raperda Perlindungan Tau Taa Wana, Inisiatif Bijak BPRD Morowali 534
Du’e, Musik Untuk Harmoni Kehidupan 510
Guru Lokal Berlatih Metode Pembelajaran 531
Mensinergikan Kerja-kerja HAM Region Sulawesi 708
Berbagi untuk Anak-anak Sekolah Lipu 684
Perempuan Sabado: Merawat Alam untuk Kehidupan 746
Teguh Menjaga Tradisi 617
Tinggalkan Kekasih Demi Tau Taa 521
Pesan dari Rano 572
Siklus Navu (Tata ruang) Tau Taa Wana 623
Menyelamatkan dan Mendekatkan sumber obat-obatan 930
Tanam Pohon Damar Sebagai Bukti Keberadaan Kami 1097
Belajar dan Berlatih Untuk Mempertahankan Tana Ntau Tua 613
Sengketa Wilayah Berebut SDA 991
Membangun Komunitas Melalui Perpustakaan 641
Mengelola Aduan Masyarakat 651
Evaluasi Kuartal I YMP : Sekat Psikologi harus Dihilangkan 646
Belajar Tak Kenal Usia 626
Dari Negeri para Raja ke Negeri para Kurcaci 645
Sekolah Lipu Punya Modul Sendiri 685
Tak Mudah Menemukan Hal Terbaik 689
Tenaga Baru, Semangat Baru 675
Agar Photo Lebih Bercerita 739
AGUS ARHAM RAJAG : Dapat Rumah dari Tau Taa 630
Jangan Ada lagi Tanggungjawab Ganda 662
Keabsahan Musrembang Digugat 948
Credit Union GK Miliki 6000 Anggota dan Aset 35 M 976
Ketika Warga Menjadi Pembuat Berita 684
Ymp Gelar Pelatihan Valuasi Hutan 792
Masyarakat Adat Kelompok yang Rentan 900
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
Results 1 - 30 of 60
Fokus Utama
Image Tambang rakyat pilihan sulit

“Saat petugas penertiban datang, banyak penambang yang lari. Saya tetap bertahan, kalau mau di tangkap, tangkap saja! Hidup terlalu susah.” Ungkapan sederhana dan lugas ini cukup menggambarkan posisi dilematis para penambang ilegal di Bangka Belitung.  Seorang ibu mengungkapkan pernyataanya itu dalam sebuah program tayangan di salah satu televisi swasta. Ibu itu mewakili para sekitar 6500 penambang Nikel di Bangka Belitung (Babel). Aktivitas mereka sering disebut PETI (Penambang Tanpa Izin).

Baca Lengkapnya...
 
Fokus
Apa itu REDD,? “Menanam satu pohon berarti menunda kiamat”, guyonan ini pernah dilontarkan oleh salah seorang aktifis mahasiswa pecinta alam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu, dalam sebuah perbincangan santai di Sekertariat mereka beberapa bulan lalu. “Meski Tuhan telah menetapkan kiamat akan dating esok hari, tetaplah menanam pohon hari ini”. Ucap pria yang akrab disapa Nejo itu disambut argumentasi ringan dari teman-temannya. Tak ada istilah REDD yang terucap kala itu, namun kalimat itu menjadi relevan menggambarkan tujuan REDD.
Salam
Menakar Posisi Masyarakat Adat dalam Skema REDD Lebih dari satu dekade isu pemanasan global selalu menjadi pembicaraan penting, tidak hanya dikalangan akademisi atau aktifis lingkungan hidup namun juga di tingkat pemimpin negara-negara, berbagai pertemuan pun telah digelar untuk menghasilkan kesepakatan global menyangkut upaya mengatasi pemanasan global.  kini isu pemanasan global kian menghangat setelah dampaknya mulai terasa dimana-mana, termasuk di Indonesia.
 
Pekarangan
Raperda Perlindungan Tau Taa Wana, Inisiatif Bijak BPRD Morowali Ini boleh jadi kabar gembira bagi Masyarakat Adat Tau Taa Wana di Kab. Morowali. Pasalnya, Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kab. Morowali, bersetuju mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Tau Taa Wana Kabupaten Morowali melalui “hak inisiatif” yang dimilikinya. Persetujuan itu diputuskan dalam rapat internal Baleg, Selasa (4/5/2010) silam.
Opini
Kekayaan Taman Nasional dan Kemiskinan kaum Tani Oleh: Rizal Cadas
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).
 
 


E-SILO Terbaru

Image


Silo Edisi 34/Sep-Okt 2009

Login E-Silo






Lupa Password?
Belum Punya Akun? Daftar

Pengunjung E-Silo

We have 49 guests online

Arsip E-Silo


Silo 22