| Setelah 10 Tahun Reformasi |
|
|
|
|
Pembaca yang bijak, Menjelang berakhirnya tahun 2008, maka usia reformasi genap satu dekade. Di akhir tahun ke-sepuluh Sejak penguasa Orde Baru dijatuhkan oleh gerakan reformasi dan politik, dan saat ini dibawah pemerintahan SBY-JK, setelah beberapa kali pergantian kepemimpinan nasional, terlihat dengan jelas tidak adanya perbaikan yang cukup dalam kurun waktu tersebut. Reformasi politik dan demokrasi yang diperjuangkan dengan susah payah, belum juga memberikan harapan yang lebih baik bagi kehidupan rakyat di negeri ini. Penegakan hukum dan penghormatan Hak Asasi Manusia belum jua menjadi acuan utama dalam pembuatan kebijakan publik. Akibatnya berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tak pernah berpihak pada kepentingan rakyat. Berita Penggusuran rakyat kecil, pencabutan berbagai macam subsidi rakyat, penyelewengan uang negara, penyalahgunaan kekuasaan oleh aparatur Negara, kekerasan dan diskriminasi pada kelompok minoritas. Menjadi berita sehari-hari yang disuguhkan oleh media. Rakyat tetap saja harus berada dalam barisan antrian pembagian sembako,bantuan langsung tunai (BLT), dan barisan pencari kerja yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya pengangguran di negeri ini. Sepanjang tahun 2008 peristiwa bencana alam datang silih berganti, yang tidak saja menelan korban harta benda dan infrastruktur publik, namun juga merenggut jiwa manusia. Bencana alam banjir dan tanah longsor yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia bahkan sulteng, jelas-jelas merupakan bencana yang diakibatkan kerusakan ekosistem alam. Daya dukung lingkungan terus menurun akibat eksploitasi secara berlebihan, yang dipicu oleh kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang hanya mengutamakan kepentingan para pemodal dan birokrasi. Organisasi Non Pemerintah (Ornop), sebagai salah satu elemen penting dalam masyarakat yang berperan sebagai sosial kontrol, memiliki peran penting dalam memperjuangkan kehidupan Negara yang lebih adil dan demokratis. Karenanya dalam Silo Edisi akhir tahun 2008 ini, kami mencoba memotret kembali aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh Ornop di Sulteng, beserta berbagai aspek dan dinamika yang melingkupinya, termasuk refleksi kritis atas kekuatan dan kelemahannya. Pemilihan fokus liputan utama ini dan berbagai hasil reportase didalamnya, didasarkan keinginan untuk menyajikan informasi yang utuh dan kritis dari sudut pandang media, tentang gerakan Ornop di Sulawesi Tengah. Akhirnya kami berharap segala informasi yang kami laporkan bisa menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi semua pihak, dan segenap redaksi Silo mengucapkan selamat tahun baru 2009. Wassalam Redaksi. |
| Salam |
| Aspirasi |
| Fokus |
| Ulasan |
| Rujukan |
| Opini |
| Arus Bawah |
| Celoteh |
| Kontak Esilo |
| Pekarangan |