| Ketika Warga Menjadi Pembuat Berita |
|
|
|
|
Minggu sore (14/12), menjadi hari yang berbeda bagi peserta yang akan mengikuti rangkaian pelatihan jurnalistik Yayasan Merah Putih (YMP). Hari itu adalah awal bagi 24 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah untuk memulai hari-hari mereka ditempat pelatihan yakni Taman Budaya Palu selama satu minggu hingga tanggal 20 Desember 2008. Yang membuat menarik pelatihan jurnalistik kali ini adalah para peserta yang berasal dari berbagai daerah. Sesuai tema yang diangkat yakni Jurnalistik Komunitas, maka pesertanya pun berasal dari berbagai komunitas seperti, komunitas pers mahasiswa yang diwakili tiga orang dari tiga universitas di Palu, Pers Siswa Tolitoli, Serikat Pemulung Kota Palu (Sapukopa), komunitas warga Donggala, Komunitas warga Vatutela, Komunitas pemuda Ampana, Poso dan Banggai hingga komunitas masyarakat adat Tau Taa Wana. Berangkat dari kesadaran bahwa media, entah lokal maupun nasional, memiliki keterbatasan dalam mencari dan mengumpulkan informasi yang hangat dan aktual, maka Majalah SILO YMP menganggap bahwa masyarakat atau pembaca tidak lagi sekedar menjadi pengkonsumsi akan tetapi sekaligus bisa menjadi produsen sebuah berita “Sudah banyak media cetak dan elektronik yang mengangkat informasi dari masyarakat untuk diberitakan, hal ini dimungkinkan karena keterbatasan media tersebut dalam menjangkau informasi-informasi tertentu yang sifatnya mendadak atau terkendala jarak. Di sinilah fungsi masyarakat untuk bisa berperan sebagai produsen berita,” ujar Edi Wicaksono, Ketua Panitia kegiatan tersebut. Ia juga menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan jurnalistik bagi komunitas yang selama ini menjadi pembaca majalah SILO, sehingga mereka nantinya bisa berkontribusi dalam proses penulisan di SILO. “Semangat dasar kegiatan ini, adalah mengembangkan jurnalisme warga, atau jurnalisme partisipasi, dimana basis pegiatnya adalah warga itu sendiri, ini adalah proses berbagi kabar, juga impresi, bahkan emosi yang menyertainya, seperti dalam kehidupan sehari-hari kala kita saling bertukar cerita. Ia memungut kembali berbagai aspek yang cenderung diabaikan media selama ini. Bukan sekedar melaporkan peristiwa” sambungnya. Materi yang diberikan merupakan materi pelatihan jurnalistik dasar. Peserta diajak mengenal dunia jurnalis, tugas-tugasnya, kode etik, teknik wawancara, penulisan perita, jenis berita dan lain sebagainya.Untuk mendukung tercapainya target dari kegiatan ini, YMP menghadirkan pemateri dari tokoh-tokoh pers di Sulawesi Tengah, seperti wartawan Senior Abah Nungci, Surya Lasni, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Amran Amir dan lain-lain. Selain materi ruangan, para peserta juga difasilitasi oleh panitia untuk turun langsung ke lapangan melakukan praktek, di antara wilayah praktek tersebut adalah daerah tambang batu tradisional kelurahan Buluri, Kec. Palu Barat dan daerah tambang emas tradisional kelurahan Poboya, Kecamatan Palu Timur. “Kita mengaharapkan setelah satu minggu ditempa di sini, mereka sudah bisa membuat berita atau setidaknya dapat bercerita lewat tulisan tentang fenomena sosial di komunitasnya masing-masing,” ungkap Edi. Ali, peserta dari Tolitoli menyatakan sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, menurutnya keterampilan jurnalistik sangat diperlukan oleh masyarakat, sehingga segala hal yang ada di komunitas yang luput dari amatan media, bisa diinformasikan sendiri oleh warga dalam berbagai bentuk. “Pengetahuan ini sangat berharga, agar masyarakat juga bisa me-nyampaikan segala peristiwa yang ada di wilayahnya,” tuturnya. Senada dengan itu, Tri, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di Kota Palu, mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat, dan ia berharap ada tindak lanjut setelah ini agar penge-tahuan ini bisa dipraktekan. “Tindak lanjut kegiatan ini sangat penting, agar apa yang kami peroleh sela-ma kegiatan, tidak sia-sia. Setidaknya kami bisa me-nulis untuk majalah SILO,” harapnya.n (ojan & kiki) |
| Salam |
| Aspirasi |
| Fokus |
| Ulasan |
| Rujukan |
| Opini |
| Arus Bawah |
| Celoteh |
| Kontak Esilo |
| Pekarangan |