Member Area

ESILO Media Aspirasi Rakyat

Thursday
Sep 09th
Home
Berbagi untuk Anak-anak Sekolah Lipu PDF Print E-mail
Image“Saya merasa sangat berbahagia bisa membantu mengumpulkan buku-buku bacaan untuk anak-anak di sekolah lipu,” ujar Novita, di tengah kesibukannya melayani para donator yang menyumbangkan buku. Novita dan lima temannya menjadi relawan kegiatan donasi buku untuk sekolah lipu yang diselenggarakan bersamaan dengan pementasan seni budaya dalam acara Apresiasi Budaya Tau Taa Wana 2009 tanggal 12 desember 2009.
  Kesibukan mereka telah dimulai beberapa hari sebelum malam pagelaran seni budaya dimana donasi buku diselenggarakan. Mereka menghubungi berbagai pihak yang dianggap mau menyumbangkan buku bacaan, baik keluarga, teman maupun lembaga-lembaga tertentu, selain menyampaikan secara lisan, mereka juga membagikan selebaran di tempat-tempat umum.
Kegiatan ini dilaksanakan mengingat betapa pentingnya buku bacaan bagi anak-anak, dengan membaca buku akan membuka pengetahuan, mengasah daya pikir,  imajinasi serta membentuk kepribadian yang luhur, apalagi anak anak komunitas Tau Taa Wana yang tinggal di pedalaman memiliki keterbatasan dalam mengakses buku bacaan.
Dan ternyata apresiasi dari masyarakat kota Palu sangat besar, beberapa orang datang memberikan sumbangan buku-buku bacaan, ada yang secara individu, adapula yang membawa nama organisasi dan sekolahnya.
Hingga beberapa hari setelah kegiatan donasi buku usai, masih ada saja pihak yang datang ke kantor Yayasan Merah Putih mengantarkan sumbangan buku-buku bacaan. Saat silo edisi ini ditulis, para relawan donasi buku sedang melaksanakan pencatatan buku, sortir dan pengepakan untuk didistribusikan ke perpustakaan lipu.
Sampai tulisan ini dibuat, telah terkumpul 623 eksemplar bahan bacaan yang terdiri dari majalah dewasa dan anak, komik, buku pengetahuan umum, serta buku pelajaran sekolah. Besarnya sumbangan ini menunjukan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan ini dan wujud dukungan untuk perpustakaan lipu sebagai pusat informasi dan pengetahuan bagi komunitas Tau Taa Wana.
Atas  nama Yayasan Merah Putih dan panitia donasi buku, kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan partisipasi kepada masyarakat kota Palu. Terutama pihak-pihak yang telah menyumbangkan bahan bacaan diantaranya, Persatuan Guru Seni Budaya Palu, Kedai Buku Nemu, mahasiswa STIMIK, pelajar SMK Swadaya Palu dan pihak lainnya yang turut berkontribusi atas kesuksesan acara ini.
Apresiasi yang tinggi juga kami berikan kepada seluruh kawan-kawan relawan yang telah bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati , semoga kegiatan dan kerjasama ini dapat kita lakukan secara berkesinambungan. Laporan lengkap dari pengumpulan buku dan distribusinya akan kami sampaikan kemudian. edy
 
Fokus Utama
Image FTA China - ASEAN Berkah atau Musibah Produk dari China memang terkenal dengan harga yang murah dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan produk dalam negeri. Untuk pasar bebas 2010 ini, beragam produk dari China akan membanjiri pasar Indonesia mulai dari komoditas pertanian sampai dengan industri manufaktur BEGITULAH opini yang beredar di masyarakat pada masa tahun 2000 sampai 2002.
Baca Lengkapnya...
 
Fokus
Kesiapan Pemerintah dan Pelaku Ekonomi Kerakyatan Ancaman Perdagangan Bebas (FTA)  ASEAN–China, sudah di depan mata. Tang-gal 1 Januari 2010 kesepakatan itu resmi diberlakukan. Indonesia sebagai bagian dari Negara ASEAN pasti akan menerima dampaknya baik positif maupun negatifnya.
Salam
Perdagangan Bebas dan Serbuan Produk Asing sejak 1 Januari 2010, Indonesia wajib membuka pasar dalam negeri secara luas untuk produk dari negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia pun akan diberikan  kesempatan lebih luas untuk memasukan produknya ke  pasar negara-negara tersebut.
 
Pekarangan
Image Mensinergikan Kerja-kerja HAM Region Sulawesi Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) dari berbagai daerah di Sulawesi, sedang alot berdiskusi, merancang strategi, membagi kelompok dan tugas.  Usai berdiskusi, tim-tim yang telah terbentuk terlihat sibuk mempersiapkan berbagai peralatan untuk melakukan investigasi dalam kerangka monitoring kasus pelanggaran HAM, tak lama berselang dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, mereka  berangkat ke Salena yang berjarak sekitar tujuh kilometer arah barat kota Palu.
Opini
Komoditi Kelapa Dalam Terjun Bebas Logo Daerah di Sulawesi Tengah menggunakan simbol-simbol komoditi kelapa dalam/rakyat/lokalsebagai ikon pasti ada dasar historis dan misi tertentu. Layak disimak pula ada kontradiksi dengan makin terabaikannya komoditi ini dimana tertekannya petani kelapa oleh akses harga jual komoditi yang rendah, ketersediaan pupuk murah, informasi teknologi terbaru  terbatas, pengelolaan hasil yang manual/tenaga manusia dapat dikatakan cenderung tradisonal, keberpihakan kebijakan yang lamban.    
 
 


E-SILO Terbaru

Image


Silo Edisi 34/Sep-Okt 2009

Login E-Silo






Lupa Password?
Belum Punya Akun? Daftar

Pengunjung E-Silo

We have 2 guests online

Arsip E-Silo


Silo 22