| Mensinergikan Kerja-kerja HAM Region Sulawesi |
|
|
|
Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) dari berbagai daerah di Sulawesi, sedang alot berdiskusi, merancang strategi, membagi kelompok dan tugas. Usai berdiskusi, tim-tim yang telah terbentuk terlihat sibuk mempersiapkan berbagai peralatan untuk melakukan investigasi dalam kerangka monitoring kasus pelanggaran HAM, tak lama berselang dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, mereka berangkat ke Salena yang berjarak sekitar tujuh kilometer arah barat kota Palu.
Demikian suasana yang tergambar saat akan melakukan praktek lapangan dalam, “Pelatihan Monitoring dan Dokumentasi HAM” spesifikasi isu masyarakat adat region Sulawesi, yang diselenggarakan Yayasan Merah Putih (YMP). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak tanggal 6 sampai 9 September 2009 tersebut difasilitasi oleh Hisyam Setiawan dari Aliansi Masyarakat Adat Riau dan Azmi Siradjudin aktivis YMP. Keduanya pernah mengikuti kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh HURIDOCS dan DOCIP di Chiang Mai, Thailand, akhir tahun 2008 yang lalu. Dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu, peserta mengawalinya dengan berbagi pengalaman dalam pendokumentasian HAM, dari proses tersebut ditemukan berbagai kelemahan dalam kerja-kerja pendokumentasian yang dilakukan selama ini, terutama berkaitan dengan keterampilan aktifis dalam melakukan pencatatan, penyimpanan dan mengkampanyekan kasus pelanggaran HAM. “Selama ini kita melakukan pencatatan secara apa adanya, dan penyimpanan data dilakukan yang secara manual selama ini kadang membuat repot saat kita membutuhkan kembali data tersebut,” ujar Irsan peserta asal Tojo. Hal itulah yang mendorong dilaksanakannya kegiatan ini, dengan maksud untuk meningkatkan keterampilan aktifis di region Sulawesi dalam melakukan monitoring dan pendokumen-tasian kasus-kasus HAM, khususnya yang intens dalam pembelaan hak-hak masyarakat adat. Serta sebagai langkah awal untuk memba-ngun sebuah jaringan kerja HAM yang antusias dan efektif di wilayah Sulawesi.” Kegiatan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman dalam pendokumentasian Kasus HAM, untuk meningkatkan keterampilan para aktifis, selain itu agar terbangun sebuah komunikasi aktifis HAM se-sulawesi agar terbangun sebuah jejaring kerja yang efektif” ungkap Edy Wicaksono selaku kordinator kegiatan. Para peserta yang berasal dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi utara dan Gorontalo mendapat sejumlah materi di antaranya, mengenali isu spesifik dan masalahnya, kategori dan tahapan kerja pendokumentasian, baik data kepustakaan maupun lapangan, pengggunaan aplikasi databases digital, dengan menggunakan software HURIDOCS, DOCIP, MARTUS. Di hari terakhir peserta mempraktekan semua materi yang telah didapatkan. Pada sesi akhir, para peserta merumuskan beberapa rencana tindak lanjut, komunikasi yang terbangun bisa melahirkan kerja-kerja bersama dalam sebuah jaringan yang sifatnya region Sulawesi. Diantaranya membangun jaringan kerja, memandatkan ymp untuk menjadi dinamisator jaringan, membuat pelaporan regular setiap tiga bulan sekali, serta memanfaatkan majalah Silo sebagai media kampanye bersama.ojan |
Mensinergikan Kerja-kerja HAM Region Sulawesi
Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) dari berbagai daerah di Sulawesi, sedang alot berdiskusi, merancang strategi, membagi kelompok dan tugas. Usai berdiskusi, tim-tim yang telah terbentuk terlihat sibuk mempersiapkan berbagai peralatan untuk melakukan investigasi dalam kerangka monitoring kasus pelanggaran HAM, tak lama berselang dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, mereka berangkat ke Salena yang berjarak sekitar tujuh kilometer arah barat kota Palu.
| Salam |
| Aspirasi |
| Fokus |
| Ulasan |
| Rujukan |
| Pekarangan |
| Opini |
| Arus Bawah |
| Celoteh |
| Kontak Esilo |