Pekarangan
Guru Lokal Berlatih Metode Pembelajaran | Guru Lokal Berlatih Metode Pembelajaran |
|
|
|
|
Untuk meningkatkan ketrampilan memfasilitasi proses belajar di sekolah lipu, Tanggal 7 s/d 9 maret 2010, Sembilan (9) orang guru hadir di Lipu ue Viau, mereka berasal dari Lipu Sabado, Vananga Bulang, Kablenga dan Lintio. Kegiatan tersebut adalah Pelatihan Lanjutan tentang Metode Pembelajaran, harapannya metode yang sudah dimiliki semakin berkembang dan bervariasi supaya peserta belajar tidak merasa jenuh dan bosan dalam belajar.
Pelatihan ini dilakukan dengan melihat hasil penerapan modul membaca dan menulis, serta modul berhitung di tahun 2009 kemarin. bahwa ada sebagian guru lokal (masih baru) yang dalam memfasilitasi belajar masih belum memahami secara mendalam isi dari modul tersebut. “makanya pelatihan ini dilakukan, selain untuk guru lokal baru, juga untuk meningkatkan ketrampilan semua peserta (fasilitator sekolah lipu) dalam memimpin proses belajar” pungkas Ghofur, selaku Koordinator pelaksana. Dalam pelatihan ini selain membedah isi modul juga ada materi menyusun rencana pembelajaran serta simulasi (praktek memimpin belajar). Saat materi simulasi, dimana semua peserta harus mempraktekkan beberapa metode dalam belajar, ada yang masih malu-malu, namun ada juga yang bersemengat sekali. Seperti apa yang dikatakan Piro (15 tahun), Guru Lokal di Vananga Bulang. “Meskipun harus di ulang-ulang, saya tidak apa-apa, yang penting saya lebih bisa”. Menurut Indo Gebi (25 Tahun), sebagai guru lokal yang cukup senior di sekolah lipu. Bahwa selain cukup menambah pemahamannya tentang modul, juga lebih yakin ketika akan menerapkan metode yang menurut dia baik dan sesuai dengan kondisi di Tau Taa Wana. “pelatihan ini semakin memperkaya saya dalam mengajar, seperti cara-cara memimpin dan menyampaikan sebuah pelajaran”. Tutur Ibu satu anak ini, di sela-sela kegaitan. Senada dengan itu, Apa Wis sebagai Tau Tua Lipu (Kepala kampung) di Ue Viau, sangat mendukung kegiatan ini, karena saat kegiatan ini berlangsung, beliau sedang siap-siap untuk panen. Menurut beliau ini juga untuk kita semua (Anggota komunitas Tau Taa Wana), “kalau mereka (Guru lokal) lebih pandai, yang senang juga kami, orang dalam lipu, bukan siapa-siapa ” tutur lelaki separuh baya ini. “Selama 3 hari disini kita hanya lebih mengenal dan memahami, bagaimana memimpin sebuah proses belajar, semua tergantung teman-teman, kalau tidak dipraktekkan di lipu akan percuma”. Tutur Koordinator pelaksana, saat menutup kegiatan ini. Taufik/Gho |
| Salam |
| Aspirasi |
| Fokus |
| Ulasan |
| Rujukan |
| Opini |
| Arus Bawah |
| Celoteh |
| Kontak Esilo |
| Pekarangan |