Pelajar Norway Apresiasi Kondisi Hutan Tropis di Sulawesi Tengah

(Morowali Utara,10/11/2015),Rombongan pelajar Sund Folk College Norway, selama hampir sepekan  (29/10 – 5/11 ) berkunjung ke wilayah adat Wana Posangke di Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara. Kunjungan ini merupakan bagian dari program study trip di sekolah mereka untuk mempelajari isu-isu yang berkenaan dengan hutan hujan tropis, lingkungan hidup, masyarakat adat dan pembangunan manusia.

orang nordik
Insert Foto : Pelajar Norway Menyaksilan Proses Belajar di Skola Lipu

Rombongan ini terdiri dari 11 pelajar dan 2 guru pendamping, Jakob S Thompson serta asisten guru Kristian Aga Ulvestad, saat diwawancarai Jakob menyatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk memperluas wawasan dan membangun kepedulian pelajar di sekolah mereka terkait isu-isu global sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

“Selama ini mereka telah menerima banyak teori tentang isu-isu global terutama isu-isu yang menjadi bagian dari kerja-kerja Perserikatan Bangsa-bangsa seperti pembangunan manusia, hutan hujan tropis, masyarakat adat, hak asasi manusia dan kemanusiaan. Dengan kunjungan ini maka pengetahuan mereka akan bertambah”, katanya.

norway test
Insert Foto :Pelajar Norway Mencoba Permainan Tradisional Tutupolu (berjalan diatas tempurung)

Selama berada di wilayah adat Wana Posangke, rombongan pelajar ini mengunjungi sejumlah kampung tradisional orang Wana (lipu) selain untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat adat Wana Posangke juga mengunjungi hutan adat Wana Posangke.

Dalam kunjungan ini mereka menyaksikan bahkan turut merasakan aktifitas keseharian Orang Wana Posangke dalam tradisi berladang dan memanfaatkan hasil hutan, serta bagaimana kearifan lokal yang dimiliki masyarakat setempat dalam memanfaatkan sekaligus menjaga ekosistem hutan hujan tropis di wilayah mereka.
“Kondisi hutan di wilayah Wana Posangke sangat terjaga, ini tidak terlepas dari sistem hidup mereka yang sangat harmonis dan selaras dengan alam, dimana alam dimanfaatkan sekedarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka” ujar Savannah Velandi, salah satu peserta kunjungan.

Mathilde W Nelson yang juga turut dalam rombongan tersebut menjelaskan, hasil kunjungan ini nantinya akan mereka buat dalam laporan yang akan disampaikan kepada pihak sekolah dan publik di negaranya.

“Apa yang kami dapatkan selama dalam kunjungan ini nantinya akan kami presentasikan di sekolah, dan setelah itu kami akan berkeliling beberapa kota di Norwegia untuk menyampaikan kepada publik bagaimana masyarakat Wana Posangke dalam menjaga hutan hujan serta proses pendidikan di Skola Lipu” ujarnya. (Edy)

Lihat Juga

Perda Hambat Penetapan Hutan Adat, Perpres Segera Dibuat

TEMPO.CO, Jakarta. Perempuan adat Marga Ogoney dan Marga Masakoda di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dikatakan ...

Skola Lipu, Belajar Kemandirian

Membaca, menulis dan berhitung atasu calistung merupakan kemampuan dasar yang mesti dikuasasi untuk pengembangan ilmu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *