Abstrak
Studi ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan membuktikan keberadaan satwa endemik serta keterkaitannya dengan masyarakat adat Tau Taa Wana Bulang di Sulawesi Tengah. Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan Wallacea yang dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan endemisitas yang tinggi. Penelitian dilakukan selama April hingga Juli 2005 di tiga sub kawasan, yaitu Vananga Bulang, Mpoa, dan Salaki, dengan menggunakan metode studi pustaka, wawancara partisipatif (PRA), observasi lapangan, serta survei burung melalui metode sensus point dan daftar MacKinnon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah adat Tau Taa Wana Bulang merupakan habitat penting bagi berbagai satwa endemik Sulawesi. Beberapa mamalia seperti anoa dan babirusa berhasil dibuktikan keberadaannya melalui temuan jejak, kotoran, dan sarang, meskipun tidak ditemukan secara langsung selama pengamatan. Selain itu, teridentifikasi sebanyak 52 spesies burung, dengan 28 di antaranya merupakan spesies endemik Sulawesi, termasuk maleo, elang Sulawesi, dan julang Sulawesi. Sebaran satwa ditemukan tidak merata, dengan konsentrasi lebih tinggi di sub kawasan yang relatif minim gangguan aktivitas manusia.
Studi ini juga mengungkap adanya hubungan erat antara masyarakat Tau Taa Wana Bulang dengan satwa dan lingkungan hutan. Satwa dimanfaatkan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan protein, pengobatan, serta fungsi budaya, sekaligus menjadi bagian dari sistem pengetahuan lokal terkait tanda-tanda alam. Namun demikian, aktivitas manusia seperti eksploitasi hutan dan pemanfaatan sumber daya berlebihan berpotensi mengganggu habitat satwa dan menurunkan populasinya. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi berbasis masyarakat serta penelitian lanjutan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan keberadaan satwa endemik di wilayah tersebut.
Lihat Juga
Perempuan di Garis Depan: Suara dari Loli
Donggala, Juli 2025. Matahari belum sepenuhnya naik ketika Hilda menuruni bukit kecil di belakang rumahnya. ...
Suarakan Keadilan Iklim Perempuan Desa: Dari Dampak ke Aksi Nyata
Parigi Moutong, Juli 2025 – Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ...
Yayasan Merah Putih Yayasan Merah Putih