Pada zaman dahulu, ada sebuah negeri yang sangat kaya. Hutan menjulang hijau, sungai mengalir jernih, laut memberi ikan, dan tanah menghasilkan pangan. Negeri itu bernama Negeri Rakyat. Di negeri itu, setiap kampung memiliki aturan sendiri yang diwariskan para leluhur. Mereka tahu kapan menebang pohon, kapan membiarkan hutan beristirahat, kapan menangkap ...
Read More »Tangis dari Lipu yang Bertahan di Tengah Kepungan Proyek dan Kepentingan
Palu, Oktober 2026 – Suara mereka tidak lantang. Tidak pula dipenuhi amarah. Namun dari setiap kalimat yang terucap, tersimpan kegelisahan panjang tentang tanah yang perlahan terancam lepas dari genggaman pemiliknya yang sah: masyarakat hukum adat yang selama turun-temurun hidup, menanam, dan membesarkan anak-anak mereka di atas tanah itu. Dalam sebuah ...
Read More »Menunggu Hutan Bicara Kembali di Lombok Barat
Lombok Barat, September 2026. Pagi di Desa Lombok Barat selalu dimulai dengan suara yang akrab bagi warganya. Ada bunyi air yang mengalir dari sungai-sungai kecil di kaki perbukitan, suara parang yang sesekali terdengar dari kebun, dan percakapan warga yang bersiap menjalani aktivitas hari itu. Bagi masyarakat Lombok Barat, hutan bukan ...
Read More »Mendengar Kembali Suara Leluhur Lauje dari Pebounang
Desa Pebounang, September 2026. Pengetahuan tentang hutan, sungai, gunung, dan kehidupan sehari-hari tidak selalu tersimpan dalam buku. Sebagian besar masih hidup dalam ingatan para tetua adat, dalam percakapan sehari-hari, dan dalam bahasa Lauje yang terus digunakan oleh masyarakat. Karena itu, ketika tim YMP Sulteng melakukan pendampingan selama sepuluh hari pada ...
Read More »Menjaga Hutan Dimulai dari Menjaga Orang-orang yang Mengelolanya
Menjaga Hutan Dimulai dari Menjaga Orang-orang yang Mengelolanya Oleh: Ferra Rifni Nusa Pagi itu, Kantor Desa Lombok Barat tidak terlalu ramai. Beberapa pengurus LPHD Lombok Barat, perangkat desa, kepala dusun, dan warga datang satu per satu. Mereka duduk melingkar, berbincang santai sambil membuka kembali dokumen-dokumen lama yang selama ini menjadi ...
Read More »Menjaga Hutan Desa, Menjaga Masa Depan Anoa: Catatan Awal dari Hutan Desa Lombok Barat
Tinombo, Parigi Moutong, September 2026 – Di balik hamparan hutan yang masih hijau di Desa Lombok Barat, Kecamatan Tinombo, tersimpan harapan besar untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan ruang hidup masyarakat tetap terpelihara. Pada 20 September 2026, YMP Sulteng bersama Pemerintah Desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Kelompok Usaha Perhutanan ...
Read More »Pengakuan Negara atas Pendidikan Komunitas Adat: Studi atas Nota Kesepahaman Sekolah Lipu di Kabupaten Tojo Una‑Una
Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una dan Yayasan Merah Putih tahun 2010 merupakan landasan penting dalam penyelenggaraan Sekolah Lipu sebagai Satuan Pendidikan Layanan Khusus jalur informal bagi Masyarakat Hukum Adat Tau Taa Wana. Kesepakatan ini menegaskan komitmen negara dan masyarakat sipil dalam memperluas akses pendidikan yang berkeadilan, nondiskriminatif, ...
Read More »Ketika Lima Energi Bersekutu (Catatan laporan tahun 2025 – Yayasan Merah Putih Sulawesi Tengah)
Sulawesi Tengah—dengan bentang alam yang dikelilingi gunung dan laut—menjadi lokasi kerja sekelompok pegiat yang mendedikasikan diri untuk menjaga keberlanjutan ruang hidup masyarakat. Yayasan Merah Putih Sulawesi Tengah percaya bahwa perubahan besar berawal dari keberanian memperjuangkan suara-suara kecil yang kerap tidak terdengar. Sepanjang tahun berjalan, berhadapan dengan lima agenda utama yang ...
Read More »Perempuan di Garis Depan: Suara dari Loli
Donggala, Juli 2025. Matahari belum sepenuhnya naik ketika Hilda menuruni bukit kecil di belakang rumahnya. Di tangannya tergenggam ember berisi cairan pupuk organik buatan sendiri. Ia menaburkannya di akar tanaman sayur di pekarangan. Bukan sekadar rutinitas, tapi cara sederhana Hilda melawan perubahan iklim yang semakin terasa menusuk kehidupan di desanya, ...
Read More »Suarakan Keadilan Iklim Perempuan Desa: Dari Dampak ke Aksi Nyata
Parigi Moutong, Juli 2025 – Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga soal keadilan sosial dan gender. Hal ini mengemuka dalam rangkaian Forum Diskusi Kritis yang melibatkan perwakilan perempuan dan komunitas desa dari Buranga, Ampibabo, Ampibabo Utara, Torue, Tanalanto, dan Tolai. Kegiatan ini menjadi ruang kolektif untuk ...
Read More »
Yayasan Merah Putih Yayasan Merah Putih