Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.

RAT KSU KWM merekomendasikan Variasi Usaha Anggota

Rapat Tahunan Anggota KSU – KWM (Koprasi Serba Usaha – Komunitas Wana Mandiri)

Ampana, 23 Desember 1018. Cikal bakal dari lahirnya Koperasi Serba Usaha Komunitas WanaMandiri berawal dari Terminal Usaha Komunitas Wana Mandiri (TUKOM). Konsepsi terminal, karena fungsi pengorganisasian produksi membutuhkan terminal di Ampana sebagai pusat distribusi yang dihasilkan komunitas. Tukom berubah nama menjadi Badan Usaha Komunitas Wana Mandiri (BUKOM). Perubahan nama ini karena dinamika ekonomi komunitas mulai berkembang. 1 Oktober 2009 Bukom menjadi Koperasi Serba Usaha Komunitas Wana Mandiri (KSU KWM) dengan No badan Hukum : 29/ BH/ XXIII.10/ XII/ 2009 tanggal 19 Desember 2009.

Kepala bidang Dinas Perindag dan UKM Bapak Ahmad Wahid dalam sambutan melihat perkembangan usaha yang dijalankan oleh Koperasi di Kabubpaten Tojo Una-una banyak mengalami pasang surut. Dari 100-an koperasi yang ada di wilayah ini hanya 16 saja yang menyelenggarakan RAT. Salah satu dari 16 yakni KSU Wana Mandiri, ia berharap kedepannya bisa lebih maju dengan variasi usaha produksi anggota untuk meningkatkan usaha di koperasi, ungkapnya pada saat RAT KSU KWM 23 Desember 2018 di Hotel Ananda – Ampana.

Periode sebelumnya KSU mengembangkan usaha Damar, kerajinan dan Madu Alam – kedepan KSU bisa mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki komunitas Taa Wana. Pengembangan usaha KSU KWM yang direkomendasikan hasi diskusi dengan anggota koperasi diantaranya Padi ladang (beras merah) karena dari segi pasar dan kebutuhan konsumen banyak peminat. Usaha lain seperti tanaman Nilam, kerajinan (gelang-gelang sumpit dan tapis), kemiri, kopi, jagung, dan meuble rotan – merupakan alternatif – namun kesemuanya tidak terlepas dengan kelayakan usahanya yang akan diurusi oleh pengurus yang baru.

Pemilihan Pengurus baru periode 2018 -2021 berdasarkan Suara Terbanyak, yakni Badan Pengawas, Ketua: Badri Djawara, Sekretaris: Afrizal, dan Anggota Nyura. Badan Pengurus Ketua: Abd.Ghofur, Sekretaris : Risman Pandita dan Anggota Marlina Talla. Selamat menjalankan amanah baru bagi pengurus yang terpilih. Marlina/zf

 

Komentar

Lihat Juga

Menjadikan Hutan Adat sebagai Kawasan Strategis Provinsi

Amran Tambaru *) “Integrasi Hutan Adat dalam RTRW Sulteng” dapat menjadi terobosan (pertama kali di ...

Rakor Hutan Adat: Percepatan penetapan hutan adat?

Palu (25/06/2019). Rapat Kordinasi (Rakor) Hutan Adat yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *