Wisata Air Terjun Pangasintoli yang Masih Perawan

Laporan : Kartini Nainggolan/ Wartawan Mercusuar

KABUPATEN Donggala, layak dijadikan sebagai salah satu daerah wisata di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini karena ‘Donggala memiliki banyakkeindahan alam yang benar – benar mengagumkan.

Setelah obyek wisata Pantai Kaluku di Desa Limboro, Kecamatan banawa, Kabupaten Donggala yang semakin berkibar setelah dipromosikan dan akhirnya dipadati pengunjung yang datang untuk berwisata, saatnya salah satu destinasi air terjun di Desa Lampo diperkenalkan.

Air terjun Pangasintoli, begitualah nama yang diberikan oleh warga setempat. Konon cerita dari para leluhur warga di Desa Lampo, bahwa dahulu kala ada seorang perempuan bernama Toli mandi di air terjun yang terletak di dalam hutan. Perempuan tersebut menurut cerita warga Desa Lampo, memiliki rambut panjang hingga kaki sehingga untuk mencuci rambut dia harus mandi di sungai.

Saat Toli mandi, tiba-tiba rambutnya tersangkut dibebatuan dan terjatuh dari tebing air terjun. Toli akhirnya meninggal dunia, dan sejak saat itu warga setempat memberi nama air terjun yang terletak di Hutan Desa Lampo dengan sebutan Pangasintoli. Pangasin sendiri dalam bahasa daerah setempat yang berarti air terjun, sedangkan Toli mereka ambil dari nama perempuan yang jatuh di tebing air terjun.

Pangasintoli adalah air terjun di kawasan hutan Desa Lampo yang masih perawan di Donggala. Destinasi wisata di Donggala ini berada di tengah hutan yang masih sulit di jangkau. Letaknya jauh dari keramaian kota.

Pangasintoli terletak di Hutan Desa lampo, kecamatan banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah berjarak kurang lebih 400 meter dari dusun II Salubalimbi.

Wisatawan jarang datang ke destinasi wisata yang satu ini. Kecuali mereka warga lokal dan warga yang tinggal tidak jauh dari desa Lampo, Banawa Selatan yang memiliki nyali cukup tinggi. Selain lokasi yang belum terekspos ke publik, akses ke lokasi air terjun masih sangat sulit, sebab untuk sampai di lokasi pengunjung harus berjalan mengikuti aliran air yang berasal dari Pangasintoli. Bila sedang musim hujan, pengunjung tidak bisa memasuki lokasi karena debet aliran air akan tinggi.

Hingga saat ini, belum ada jalur alternative yang dibuat sehingga masyarakat lebih mudah untuk menjangkau lokasi. Tidak heran bila destinasi wisata di Donggala ini sepi dari aktifitas wisatawan.

Masyarakat yang mendiami desa Lampo berkeinginan agar pemerintah setempat bisa memberikan perhatian, sehingga destinasi wisata air terjun Pangasintoli bisa terkenal hingga ke mancanegara.

Air terjun Pangasintoli memiliki lima tingkat, tingkat empat merupakan tingkatan yang paling tinggi yang menjuang kurang lebih 10 meter. Diatas tingkat empat, ada sungai kecil yang terbentuk.

Air dari Pangasintoli sangat sejuk, belum lagi dit-ambah dengan pemandan-gan alam yang sangat indah dan menawan. Disekitar air terjun, terdapat pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Suara merdu burung – burung di dalam hutan akan melengkapi indahnya perjalanan para wisatawan yang berkunjung. Ketua RT Dusun II Salubalimbi, Desa Lampo, Ruspan mengatakan, masih sangat jarang pengujung yang datang berwisata di lokasi air terjun Pangasintoli. Selain belum terkenal, akses jalan ke lokasi masih sangat sulit.

Menurut Ruspan, sebagian besar yang datang berkunjung dikala hari libur hanyalah anak sekolah. Untuk wisatawan dari luar daerah masih sangat jarang. “Jangankan orang dari luar, warga Lokal dari Donggala sekalipun masih banyak yang belum tahu keberadaan air terjun. Padahal jarak dari ibu Kota Kabupaten hanya’kurang lebih 13 km saja,” ujarnya.

Masyarakat sekitar berkeinginan agar lokasi air terjun bisa terkenal, sehingga bisa menjadi destinasi yang menjanjikan bukan hanya bagi daerah, tapi juga bagi warga setempat yang mendiami sekitar hutan desa Lampo. Lokasi air terjun Pangasintoli masih sangat perawan dan menjanjikan keindahan alam yang luar bisa dan dapat menjadi tu-juan wisata bagi masyarakat yang sekedar ingin melepaskan kepenatan.

Di dasar air terjun juag terdapat sungai kecil yang sengaja dibuat oleh warga setempat untuk dijadikan tempat mandi mandi atau sekeder berendam bagi pengunjung. Jika ingin merasakan dan menikmati keindahan hutan yang menyajikan air terjun yang begitu indah, anda bisa bisa mengajak keluarga, teman dan sahabat berwisata ke Pangasintoli.

Sumber : Mercusuar Edisi 20/12/2016

Lihat Juga

HARI POPULASI INTERNASIONAL 20 Ribu Pohon Ditanam di Hutan Desa Lampo

Donggala,MERCUSUAR – Sebanyak 20 Ribu pohon ditanam di Hutan Desa Lampo,Dusun II Salubalimbi, Kecamatan Banawa ...

Kurikulum Iklim untuk Anak

Kurikulum Iklim untuk Anak Oleh: Herdiansyah Suara serangga menggema saling manyahut di sisi perbukitan sepanjang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *