Advokasi Sebagai Alat Perjuangan

(Palu, 6 Oktober 2013), Devisi Simpul Belajar Advokasi Kampung (SIBAK) Yayasan Merah Putih membuat Pelatihan Dasar Advokasi dan Investigasi Hutan dengan tema “Advokasi Hutan untuk Penyelamatan Sumber-sumber Penghidupan Rakyat”. Pelatihan yang dilaksanakan di Palu selama 3 hari (03-05 Oktober 2013) diikuti oleh 15 orang dari 3 Kabupaten, yaitu kabupaten Banggai, Tojo Una-una, dan Morowali.

Dalam kegiatan tersebut yang bertindak sebagai nara sumber adalah Dedi Askari,SH dari Komnas HAM perwakilan Sulteng dan Ahmad,SH selaku Direktur Walhi Sulteng. Masing-masing nara sumber memberikan penyajian materi tentang hak perlindungan dan pemanfaatan hutan serta dasar-dasar advokasi dan investigasi hutan.

Selain itu, peserta diajak melakukan simulasi materi di Desa Vatu Tela. Mereka mencari data, mengumpulkan dan mengolah data terkait pola masyarakat yang diperhadapkan dengan kasus hutan semisal Tahura. Peserta sangat antusias dalam pelatihan tersebut, karena ini merupakan bekal atas problem lingkungan yang ada di daerah masing-masing.

Tujuan dari pelatihan ini adalah, pertama, menciptakan kader dalam upaya perlindungan maupun pengawasan atas tata kelola hutan yang ada di wilayah masing-masing. Kedua, memberikan pemahaman terkait ruang lingkup hak dasar pemanfaatan hutan sebagai sumber penghidupan manusia.

Sebagai tambahan referensi, peserta saling tukar menukar pengalaman tentang kasus hutan serta langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memperjuangkan hak tenurial. Hal tersebut diharapkan agar peserta mempunyai motivasi baru untuk advokasi sebagai alat perjuangan.

Komentar

Lihat Juga

SILO 81- MENYIKAPI PERUBAHAN IKLIM

Pasca perjanjian Paris di tahun 2015 mengenai reduksi emisi karbon dioksida (CO2), masyarakat dunia mulai ...

Pola Ruang Untuk Tau Taa Wana

Palu, 26 Desember 2019. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk masyarakat pingiran agar tidak tereliminasi dalam ...