Banjir di Banawa Tengah, warga butuh Sembako

Lampo, 16 Oktober 2020. Banjir  berakibat rusaknya fasilitas jembatan yang digunakan sebagai akses jalan penghubung antara Desa Kola-kola dan Lembudolo di Kecamatan Banawa Tengah. Air bahkan meluap sampai ke badan jalan. Kejadian tersebut berlangsung cepat (15 Oktober 2020). Hujan yang datang pada siang hari itu terus menaikkan air dipermukaan sungai yang membawa kayu—kayu sehingga merusak badan jembatan.

Banjir menyisahkan Lumpur

Dampak banjir dirasakan oleh 6 desa. Desa Powelua, Lampo, Kola-kola, Lembudolo, Limboro, Mekar Baru dan Towale. Warga ke-6 desa itu terkena dampak akibat banjir tersebut membuthkan sembako. Herdiansyah (pendamping YMP Sulteng) yang berada di lokasi melaporkan, Rumah di Desa Lampo yang terendam banjir sebanyak 28 unit. Menurut Mashuri (Kades Lampo) ada 1 rumah diantaranya hanyut  terbawa air, beberapa keluarga terpaksa mengungsi di tempat keluarga. Selain itu hanya kendaran roda 2 yang bisa mengakses wilayah tersebut. Beberapa ruas jalan juga tidak bisa dilewati akibat longsor.

Banjir yang meluap karena sudah berkurangnya pepohonan pelindung tersebut berangsur-angsur mereda. Sekitar 22.00 diterima kabar bahwa kendaraan sudah bisa mengakses baik jalan dan jembatan tersebut. Tim YMP Sulteng pagi hari menuju Desa Lampo membawa bantuan bencana (paket sembako dan obat-obatan). Menurut Kiki Reski Amelia (Manager Program YMP) sekalipun ini kebetulan untuk bantuan kebencanaan Covid. Namun dengan bencana yang terjadi kemarin sore paling tidak bantuan tersebut bisa mengatasi meringankan beban warga yang terkena dampak banjir dan juga bencana kesehatan covid 19. Bantuan Kemanusiaan menurut Kiki, merupakan kerjasama YMP Sulteng dan Yayasan Madani. Menurut Kiki bantuan yang mendesak berupa Sembako dan Pakaian bersih. YMP Sulteng membuka donasi publik untuk membatu warga terdampak bencana. (if)

Lihat Juga

Kurikulum Iklim untuk Anak

Kurikulum Iklim untuk Anak Oleh: Herdiansyah Suara serangga menggema saling manyahut di sisi perbukitan sepanjang ...

EMPAT KATA

Donggala, 9 April 2020. Bekerja, di rumah saja. Demikian kesimpulan rapat Akhir Maret 2020 untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *