SILO 13 “DEDENG ALWI 1965 – 2006”

Manusia hanya bisa menjalani hidup, namun ketika Sang Khalik menginginkannya kembali tidak satupun yang mampu menahan. Demikian pula kepergian Almarhum Dedeng Alwi yang begitu cepat, menyisakan kesedihan dan duka mendalam baik keluarga, kerabat serta rekan-rekan seperjuangannya. Tidak terkecuali bagi kami yang telah mengenal beliau baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kesederhanaan serta pribadi yang tenang, masih terbayang dibenak kita. Sikap rendah hati beliau yang tidak memandang strata sosial dalam bergaul memberi gambaran kesantunan menghargai setiap manusia. Keteguhan dan semangatnya mampu memotivasi kelompok muda untuk berjuang membela hak-hak masyarakat kecil. Tidak terkecuali, perhatiannya terhadap kemajuan pengembangan organisasi masyarakat sipil terlihat dari sepak terjangnya yang tidak merasa lelah ketika keberadaannya diharapkan setiap orang.

Tidak salah jika sebagian kalangan memfigurkan beliau sebagai panutan dan sumber inspirasi bagi keadilan gender. Ia dengan rela hati memilih menjadi teman serta ayah bagi putra-putranya di pagi hingga siang hari, dan menemui kawan-kawan seperjuangganya sepulang istri tercinta dari kantor.

Kini, guru bagi aktivis gerakan sosial di Sulawesi Tengah telah tiada. Namun keteguhan dan militansinya akan menjadi sumber inspirasi kami membela hak-hak masyarakat kecil.

Selamat jalan sahabat, engkau telah mengajarkan kami cara menghargai hidup setiap manusia. Perjuanganmu tidak akan berhenti, kami akan melanjutkan cita-cita perjuangan yang telah engkau lakoni.

Komentar

Lihat Juga

SILO 81- MENYIKAPI PERUBAHAN IKLIM

Pasca perjanjian Paris di tahun 2015 mengenai reduksi emisi karbon dioksida (CO2), masyarakat dunia mulai ...

Pola Ruang Untuk Tau Taa Wana

Palu, 26 Desember 2019. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk masyarakat pingiran agar tidak tereliminasi dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *