Skola Lipu, Belajar Kemandirian

Membaca, menulis dan berhitung atasu calistung merupakan kemampuan dasar yang mesti dikuasasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Calistung umumnya sudah diperkenalkan pada usia dasar (6-12 tahun).
Masyarakat Adat Wana Posangke, karena minimnya fasilitas pendidikan sehingganya pengetahuan dasar tersebut belum merata. Kehadiran Skola Lipu yang dibentuk masyarakat setempat bekerjsama dengan YMP Sulteng sedikitnya membawa perubahan pada dimensi pendidikan masyarakat. Melalui Skola Lipu selain anak usia sekolah dasar juga menyasar usia pendidikan di atas 15 tahun agar terjadi perubahan bai bagi diri sendiri dan untuk komunitas dan lingkungannya. Fasilitasi peserta belajar 15 tahun ke atas dalam prosesnya pernah difaisilitasi Dinas Kabupaten Morowali Utara untuk dana BOP Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri pada tahun 2021.
Tempat Pembelajaran Skola Lipu selain dilakukan di rumah juga dilakukan di Banua Bae (tempat pertemuan). Terkadang tempat belajar dilakukan di Navu (kebun). Di Kebun banyak bahan yang bisa dijadikan materi ajar, ungkap Manem, fasilitator lapangan YMP Sulteng.

Belajar di Navu (Kebun)

Setiap peserta yang datang ‘disuruh’ menulis namanya sendiri pada buku daftar kehadiran. Kami sudah bisa menulis lancar nama sendiri sekarang ungkap salah satu peserta belajar. Saat pelajaran peserta dibagi dua kelas, kelas B terdiri dari murid-murid yang sudah bisa membaca, menulis dan berhitung dan kelas A yang masih belajar atau memperlancar membaca. Pada dasarnya, murid kelas A sudah hafal abjad namun tidak dipahami dengan baik setiap hurufnya, sehingga diuji dalam menulis kata yang terdiri dari empat huruf masih agak susah.
Pada kesempatan lain saat belajar berhitung dilakukan di kebun. Waktu itu peserta belajar diperkenalkan metode pembedengan dalam pertanian. Mengisi waktu kami juga mengjarkan berhitung dengan tema mati-matika kemiskinan. Belajar berhitung selain mengenal teknik berhitung dengan persoalan mati-matika yang dialami peserta belajar seperti resiko berutang, pentingnya menabung. Belajar berhitung dengan memberi contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehaari-hari ini sengaja dilakukan agar peserta merasa penting belajar berhitung ungkap Aida (Faislitator lapangan YMP Sulteng). ZF

Lihat Juga

Diah: Dokumen Pemetaan Tata Guna Lahan Harus Ditindaklanjuti

Basis perencanaan khususnya pembangunan desa sudah semestinya berbasis Peta — hal ini sudah menjadi mandat ...

Daur Sampah Jadi Hiasan

Donggala, 24 Juli 2020. Secercik cerita tentang bagaimana LPHD Lampo sebagai organisasi yang mempunyai cita-cita ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *