Daur Sampah Jadi Hiasan

Donggala, 24 Juli 2020. Secercik cerita tentang bagaimana LPHD Lampo sebagai organisasi yang mempunyai cita-cita agar bisa mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Desa Lampo. Hal itu diaplikasikan dengan membuat rencana aksi kerja disetiap tahunnya, kegiatan yang bisa membentuk dan memberikan pengetahuan bermanfaat kepada semua orang.

Di bulan Juli 2020 LPHD Lampo merencanakan melakukan pelatihan daur ulang sampah dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat lampo khususnya LPHD Lampo dan Pemerintah Desa Lampo tentang pegelohan dan pengelolaan sampah, serta menjadi acuan dalam perumusan rencana aksi kerja LPHD Lampo dan Pemerintah Desa di Desa Lampo dalam mendukung program kampung iklim.

Bergegas pengurus menyiapkan pelatihan mulai dari undagan permohonan pemateri kepada Dinas Lingkungan Hidup Donggala, menyiapkan mekanisme acara, dan konsumsi. Saat semua telah dilakukan, Irman Ketua LPHD pria dua orang anak itu berkata kepada saya “bulan ini banyak kegiatan LPHD yang dilaksanakan,, beruntung saya punya istri yang baik, bisa mengerti keadaanku.

Sudah dua minggu saya tidak bekerja karena mengurus organisasi, berbuat untuk kebaikan bersama, tapi dia tidak mengeluh”. begitulah sepenggal keluh, seorang yang mempunyai mimpi besar, rela membagi waktunya untuk memimpin rumah tangga dan memimpin lembaga.

Senin, 20 Juli 2020 pelatihan daur ulang sampah dilaksanakan di sekretariat LPHD Lampo. Yang menjadi pemateri adalah Dinas Lingkungan Hidup Donggala. Peserta yang hadir adalah pengurus dan masyarakat Desa Lampo. Di awal pelatihan ketua LPHD memperkenalkan diri dan menceritakan singkat tentang LPHD Lampo dan Pemerintah Desa yang saat ini mengembangkan program kampung iklim di Desa lampo yang bekerja sama dengan Yayasan Merah Putih, Yayasan Madani Berkelanjutan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Beliau bercerita juga bahwa LPHD lampo telah mendapatkan SK HPHD seluas 215 Ha yang dikelola oleh masyarakat Lampo. Setelah itu bapak Drs. Arwin, SH yang menjabat sebagai Kabid Persampahan mewakili DLH Donggala memberikan sambutan dengan mengapresiasi kerja LPHD Lampo dalam upaya melestarikan lingkungan dengan menjadikan masyarakat pemeran utamanya. “saya sangat mengapresiasi LPHD Lampo, melakukan kegiatan seperti ini, apalagi saat ini lampo merupakan desa yang sedang mengembangkan Proklim, itu adalah hal luar biasa” kata bapak Kabid Persamapahan DLH Donggala.

Semua peserta antusias mengikuti pelatihan, menerima materi tentang bagaimana mengolah sampah menjadi barang kreatif dan bisa digunakan kembali. Ada dua materi yang dibawakan oleh DLH Donggala, yaitu mengolah sampah plastik menjadi barang kreatif bernilai ekonomi dan mengolah sampah organic menjadi pupuk kompos. Ibu-ibu yang hadir merasa bersemangat karena pada dasarnya ibu-ibu sangat menyukai keindahan. Apalagi hiasan yang digunakan adalah dari barang bekas seperti membuat membuat tempat pulpen dari kaleng bekas rokok, membuat pot bunga dari botol minuman.

Setelah itu materi dilanjutkan tentang bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Sekarang bagian bapak-bapak yang antusias memperhatikan, karena semua yang hadir adalah petani kebun. Setelah materi dan praktek selesai, peserta pelatihan mengatakan akan membuat satu kerajinan nantinya yang akan diperlihatkan kepada DLH Donggala sebagai bentuk bahwa mereka serius dan sangat tertarik dengan daur ulang sampah.

Pelatihan daur ulang sampah akhirnya selesai dilaksanakan, ketua Irman ketua LPHD berkata lagi kepada saya “selesai lagi satu kegiatan LPHD, semoga bisa bermanfaat untuk semua orang”. Banyak pengorbanan yang sudah dilakukan teman-teman LPHD Lampo dalam memajukan desa dan mengembangkan potensi yang ada. Semua dilakukan dengan ikhlas dan kerja keras.

Dalam hati saya merenung bahwa inilah yang dinamakan Cinta. Jika satuan ukur Panjang adalah meter. Satuan ukur berat adalah adalah kilogram, maka satuan ukur cinta adalah pengorbanan. Mengorbankan tenaga, waktu, rasa, dan tanggung jawab adalah bentuk cinta pengurus LPHD Lampo untuk kemajuan desa dan kelestarian lingkungan. Herdiansyah

Lihat Juga

Kurikulum Iklim untuk Anak

Kurikulum Iklim untuk Anak Oleh: Herdiansyah Suara serangga menggema saling manyahut di sisi perbukitan sepanjang ...

EMPAT KATA

Donggala, 9 April 2020. Bekerja, di rumah saja. Demikian kesimpulan rapat Akhir Maret 2020 untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *