Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.

KLHK Terima Dokumen Usulan Hutan Adat di Touna

TOUNA, Metrosulawesi – Masyarakat adat Tau Taa Wana Una di Kabupaten Tojo Una-una (Touna) menyerahkan dokumen usulan Hutan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ada dua hutan adat yang diusulkan yaitu Hutan Adat Vananga Bulang dan Hutan Adat Wana Mpoa. Kedua Wilayah adat ini terletak di Kabupaten Tojo Una-Una.

Dokumen hutan adat Vananga Bulang, diserahkan oleh Dodi Ndoa dengan luasan 10.098 Ha. Sementara untuk hutan adat Wana Mpoa diserahkan oleh Djeo seluas 11.394 Ha. Keduanya merupakan Tau Tua Ada di wilayah adatnya.

Usulan tersebut diterima langsung oleh Staf Direktorat PKTHA – KLHK, Nelson, dan disaksikan oleh Dirjen PSKL KLHK, Bambang Supriyanto, di gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Prasyarat pengajuan Hutan Adat ini telah dimiliki masyarakat adat Tau Taa Wana. Salah satunya, adanya pengakuan Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una terhadap keberadaan masyarakat hukum adat kedua komunitas tersebut.

Melalui Peraturan Daerah (Perda) No.11 Tahun 2017 tentang Pengukuhan Masyarakat Hukum Adat Tau Taa Wana di Kabupaten Touna.

Dalam proses penyerahan, Nelson, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen menyegerakan proses validasi dan verifikasi permohonan tersebut. Dodi selaku perwakilan komunitas Tau Taa Wana berharap usulan hutan adat diterima.

“Kami berharap agar usulan hutan adat kami dapat diterima dan prosesnya dipercepat agar kami mendapatkan pengakuan Negara atas hutan adat kami,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima Metrosulawesi, Selasa 14 November 2017. (rls/zal)

Sumber : Metrosulawesi Edisi 15 November 2017 Halaman 5

Komentar

Lihat Juga

Suprastruktur dan Infrastruktur Hutan Adat di Sulawesi Tengah

SECARA umum, Suprastruktur dan infrastruktur hutan adat yang dikelola oleh komunitas adat di Sulawesi Tengah ...

Wana’s new generation guarantees sustainable resources

Sera, a 10-year old ethnic Wana, was longing to return to his hamlet, Lipu Salisarao, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *