Saya takjub melihat tetua Wana, seorang wanita berusia sekitar delapan puluh tahun, dengan cekatan menggulung kulit pohon menjadi gulungan tipis. Saya duduk di tikar hasil anyaman tangan sambil mendengarkan suaminya, yang bercerita dengan antusias mengenai kehidupan di hutan. “Kami tinggal di hutan. Dahulu kami hidup nomaden, tapi sekarang kami menetap di satu daerah selama tiga sampai empat tahun. Kami merambah sepetak tanah dan menanam tanaman pangan. ...
Read More »Perkuat Percepatan Pengakuan Wilayah Adat
PALU, MERCUSUAR-Saat ini di Sulteng sudah ada beberapa kepala daerah mengeluarkan kebijakan terkait wilayah adat, namun masih dianggap kurang sebab dari beberapa regulasi yang ada, masih ditemukan ketidaksinkronan kordinasi pemerintah antar sektor, antar kebijakan yang dihadirkan dan koordinasi pusat-daerah. Itu disampaikan dalam latar belakang workshop bertemakan Membangun Sinergi Organisasi Masyarakat ...
Read More »Sinergi Para Pihak Percepat Pengakuan Wilayah Adat
Percepatan pengakuan wilayah adat dan perluasan kelola rakyat di Sulawesi Tengah memerlukan sinergitas para pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil maupun masyarakat. Selain itu, perlu integrasi kebijakan satu peta hingga pengambil kebijakan pada berbagai level mudah memahami wilayah masyarakat. “Harapan kita terbangun komitmen pemerintah daerah, terutama kabupaten untuk mempercepat pengakuan ...
Read More »Menengok Orang Taa Wana Posangke (3)
“Nama Saya Yoker….” “NAMA saya Yoker, anak saya Ester dan Astor, saya dipanggil Apa Ester,”. Bagi kami nama itu unik, Yoker, tapi nama asli itu langsung tenggelam dengan tradisi memanggil seseorang menggunakan nama anak pertamanya Apa Ester. Pun pula dengan saya dan lainnya, yang masing-masing dipanggil dengan nama anak pertama ...
Read More »KLHK Berencana Pembentukan Perda Hutan Adat Masuk Anggaran 2016
Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan akan memasukkan anggaran untuk memfasilitasi pembentukan Peraturan Daerah sebagai turunan dari implementasi putusan MK 35 tentang pengakuan hutan adat pada daftar isian penggunaan anggaran (dipa) anggaran tahun 2016. Hadi Daryanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK mengatakan bahwa ...
Read More »Anjangsana Fasilitator Pendidikan JaPKA ke Riau
(Riau, 7/12/2015),Musim hujan meyambut kami di tanah Andalas, seolah menghapus jejak kepulan asap di pulau kaya di barat Indonesia ini, kami para tetamu mewakili berbagai pulau datang berkunjung dari Sulawesi, Papua, dan anak Sumatra Mentawai masing – masing dari kumpulan pemerhati pendidikan untuk komunitas Adat YMP, YCM dan Perkumpulan Silva ...
Read More »Mediasi Sebagai Salah Satu Pilihan
Mediasi dimaknai sebagai mempertemukan kedua belah pihak yang bersengketa, untuk menemukan solusi terbaik yang disepakati oleh kedua belah pihak. Keputusan yang diambil pun mesti merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Adapun pihak yang menjadi mediator adalah orang yang disepakati pula oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Jika mediator berat sebelah, maka ...
Read More »Konstitusi Tertulis Buat Masyarakat Hukum Adat
(Jakarta, 11/12/15), Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban (Pasal 28 I ayat (4) UUD 1945 ) bahkan Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang ...
Read More »Studi Etnobotani Komunitas Tau Taa Wana Bulang
ABSTRAK Etnobotani adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik secara menyeluruh antara masyarakat lokal dan alam lingkungannya meliputi sistem pengetahuan tentang sumber daya alam tumbuhan. Hutan tropika adalah salah satu sumber alam hutan yang terluas di dunia yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan ...
Read More »Penambang Rusak Cagar Budaya Tau Taa Wana
(Ampana, 8/10/2015), Salah satu cagar budaya milik Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah yang berada di wilayah Komunitas Adat Tau Taa Wana, tepatnya di Desa Lipu Mpoa, yaitu Gua Sarambe kondisinya sungguh memperihatinkan. situs budaya tersebut tidak terurus. Peninggalan-peninggalan leluhur seperti guci dan piring dari tembikar serta patung-patung hancur berantakan, jika dilihat ...
Read More »
Yayasan Merah Putih Yayasan Merah Putih