E-Silo terbaru

“Dana satu milyar dolar dikucurkan untuk mewujudkan proyek REDD+ di Indonesia. Tak jauh beda dengan konservasi, prinsipnya hutan tak boleh ditebang" baca selengkapnyanya di ESILO Edisi 44/2011
 
BERANDA
BP REDD+ membangun Kerjasama dengan Perguruan Tinggi
Implementasi REDD+ tidak pernah lepas dari keterlibatan semua pihak dalam mengawal dan memantau realisasi REDD+ ditingkat tapak. Begitu pula Perguruan tinggi yang menjadi basis para akademsi dengan disiplin ilmu yang beragam, termasuk yang berkaitan dengan isu perubahan iklim. Hal ini tentunya akan mempermudah BP REDD+ dalam mengimplementasikan REDD+ di demonstration activities (DA) yang telah ditetapkan pemerintah.
 
 
Diperlukan Sinergitas Para Pihak untuk Implementasi REDD+
Pemerintah Daerah Sulawesi tengah (Sulteng) menyahuti Rencana Aksi Nasional Badan Pengelola Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (BP-REDD+) tentang upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca. Dengan adanya kerjasama antara BP-REDD+ dengan Pemda Sulteng dalam hal penanganan perubahan iklim, bisa menekan angka kerusakan lingkungan disektor hutan. Pemerintah juga mengharap peran aktif semua pihak untuk merealisasikan dan mengawal implementasi REDD+ di Sulteng. 
 
 
Tools Assessment Pendidikan Alternatif
Banyaknya daerah yang tidak mendapatkan layanan pendidikan, menciptakan jurang pemisah semakin jauh antara daerah yang berkembang dan daerah terpencil. Masyarakat yang tidak disentuh oleh pendidikan formal, membuat mereka gelisah akan keberlangsungan dan eksistensi komunitasnya. Olehnya, Yayasan Merah Putih (YMP) sebagai Organisasi Non Provit yang fokus terhadap pembelaan masyarakat adat, menganggap penting untuk menilai permintaan komunitas masyarakat adat dalam hal pendidikan alternatif Skola Lipu.
 
 
Menggagas Arah gerak, KATUMPUA Menyusun AD/ART
Dalam rangka konsolidasi lembaga, Presidium KATUMPUA melakukan pertemuan di Palu kemarin (7/10). Pertemuan tersebut membahas AD/ART sebagai landasan gerak Organisasi dan juga merumskan program serta langkah strategis lembaga. Anggota presidium yang berjumlah 9 orang itu  bersepakat untuk mengkonsolidasikan KATUMPUA sebaga organisasi yang memperjuangkan keadilan hak Masyarakat atas pengelolaan Sumber Daya Alam.
 
 
Sepakat petakan wilayah adat
Tokoh-tokoh masyarakat adat Tau Taa Wana di Wilayah Posangke, selama 2 hari melakukan musyawarah adat (mogombo bae) pada  12-13 September 2014 silam,  rembuk adat ini dilaksanakan di Samurea, Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
 
 
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>

Hasil 1 - 7 dari 138